Framenews.id, Buol – Bupati Buol, H Risharyudi Triwibowo, mengimbau masyarakat nelayan untuk berhati-hati saat melaut mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem.
“Kami meminta kepada seluruh nelayan di Buol untuk lebih waspada dan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca tidak mendukung,” ujarnya, Sabtu (22/03/25) saat mengunjungi nelayan yang selamat terbawa arus gelombang di Kelurahan Kampung Bugis.
Imbauan tersebut disampaikan setelah adanya laporan mengenai kecelakaan laut yang menimpa tiga nelayan Buol.
Ketiga korban selamat itu yakni Samsudin S Pawena (38), Muhlis S Pawena (48) dan Sudirman S. Pawena (40).
Ketiga nelayan tersebut tenggelam setelah dihantam ombak besar yang disertai angin kencang dan hujan deras saat berada di tengah laut.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,”kata Bupati Buol.
Ketinggian gelombang laut diperkirakan dapat mencapai 2-3 meter dalam beberapa hari ke depan. Hal ini membuat Bupati mengingatkan agar nelayan tidak berlayar apabila kondisi cuaca belum membaik.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terbaru kepada nelayan agar keselamatan mereka tetap terjaga,”tambahnya.
Pihak pemerintah daerah juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan adanya pemantauan cuaca secara berkala demi keamanan para nelayan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait lainnya untuk memberikan informasi yang akurat bagi para nelayan,”kata H Risharyudi Triwibowo.
Berdasarkan nformasi yang dikumpulkan sebelumnya dilaporkan
telah terjadi nusibah yang menimpa tiga nelayan asal Kabupaten Buol pada Jumat (21/03/2025) di wilayah perairan laut Buol bagian timur dengan jarak dari muara sungai buol dengan tempat TKP 33 Mil
Adapun kejadiannya
pada Rabu (19/03/2025) sekira pukul 08.00 WITA, nelayan tersebut pergi memancing menuju rakit sampai hari Jum’at pagi diperairan laut Buol dan terbawa arus akibat gelombang tinggi.
Saat kejadian terdapat empat perahu yakni satu perahu tenggelam, perahu satu patah sema-sema, perahu satu hanyut sedangkan perahu yang selamat sampai di darat
(RED/RAS)














