BuolKesehatanSulawesi Tengah

Belum Ada Kesimpulan Penyebab Keracunan Siswa SD di Buol, BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG Doulan

×

Belum Ada Kesimpulan Penyebab Keracunan Siswa SD di Buol, BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG Doulan

Sebarkan artikel ini
Kantor BGN (Foto: Ist.)

Buol, Framenews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buol kembali menjadi sorotan setelah sedikitnya 15 siswa SD di Kecamatan Bokat mengalami dugaan keracunan makanan. Di tengah keresahan masyarakat, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan belum ada kesimpulan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh makanan dari program MBG.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Buol, Tuho Nisman Laia, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologi dan uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama aparat kepolisian.

“Mohon maaf Pak, mengenai insiden gangguan pencernaan di Bokat beberapa hari yang lalu saat ini kami dari BGN belum bisa banyak berkomentar. Karena sejak olah TKP yang dilakukan satgas kabupaten melalui tim Dinkes dan pemeriksaan oleh Polres, belum ditarik kesimpulan kalau penyebabnya adalah karena MBG,” kata Tuho kepada Framenews.id, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, hasil investigasi ilmiah menjadi dasar utama sebelum pemerintah menyampaikan penyebab pasti kejadian tersebut kepada publik.

“Hasil epidemiologi dan uji sampel makanan di laboratorium juga belum keluar. Jadi kami masih menunggu hasil tersebut dari Dinkes,” jelasnya.

Meski belum ada kepastian penyebab, BGN mengambil langkah antisipatif dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Doulan yang menjadi penyedia makanan MBG di wilayah tersebut.

“Untuk sementara SPPG kami suspend sampai hasil laboratorium keluar, Pak,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Tuho menjelaskan, penghentian operasional itu bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kalau memang itu karena MBG, tentunya suspend akan diteruskan sampai SPPG melakukan pembenahan yang diawasi oleh Kedeputian Tauwas BGN. Namun, bila penyebabnya bukan karena MBG, SPPG akan kami operasionalkan kembali seperti biasa,” terangnya.

Ia menambahkan, keputusan lanjutan terkait operasional dapur MBG juga masih menunggu arahan dari Koordinator Pelaksana Program Gizi (KPPG) di Palu.

“Namun, perubahan kebijakan seperti apa nantinya itu kami juga menunggu instruksi dari KPPG di Palu,” tandasnya.

Insiden yang menyebabkan sejumlah siswa mengalami gangguan pencernaan ini menjadi perhatian serius masyarakat. Di satu sisi, langkah penghentian sementara operasional dapur menunjukkan adanya upaya mitigasi risiko dari penyelenggara program. Namun di sisi lain, lambannya kepastian hasil investigasi juga memunculkan pertanyaan publik mengenai kecepatan penanganan dan transparansi dalam mengungkap penyebab kejadian.

Masyarakat kini menantikan hasil uji laboratorium yang akan menjadi dasar untuk memastikan apakah makanan dalam program MBG benar-benar menjadi penyebab gangguan kesehatan para siswa, atau justru terdapat faktor lain yang memicu insiden tersebut. (RM)

error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID