Buol, Framenews.id – Kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Buol, khususnya wilayah Kecamatan Paleleh dan Desa Kwalabesar, dalam sekitar lima bulan terakhir mulai memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Kwalabesar bersama masyarakat menggelar sholat istisqa, Senin (07/09/26), sekitar pukul 06.00 WITA, di halaman Masjid Al-Hasanah, Desa Kwalabesar.
Sholat istisqa tersebut menjadi ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon turunnya hujan sekaligus mengharapkan pertolongan dan ridho Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Kekeringan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir disebut berdampak langsung terhadap kondisi lingkungan dan sektor pertanian.
Sejumlah titik sungai di wilayah Kwalabesar dilaporkan mulai mengering, sementara para petani menghadapi persoalan serius akibat minimnya ketersediaan air hingga menyebabkan gagal panen.
Kondisi ini membuat kebutuhan akan turunnya hujan semakin mendesak, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Kegiatan sholat istisqa dihadiri Pemerintah Desa Kwalabesar, lembaga desa, majelis taklim dan warga masyarakat.
Pelaksanaan sholat berlangsung khidmat dengan Ahmad Batangale bertindak sebagai imam, sementara Sukarto D. Lamami menyampaikan khutbah.
Dalam khutbahnya, Sukarto mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa dan memohon ampun serta pertolongan kepada Allah SWT.
Menurut pesan yang disampaikan dalam khutbah, kondisi kekeringan hendaknya menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Sholat istisqa bukan semata-mata menjadi ritual meminta hujan, tetapi juga menjadi momentum muhasabah dan refleksi bersama bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi alam.
Di tengah sungai yang mengering dan lahan pertanian yang terdampak, masyarakat Kwalabesar memilih menguatkan ikhtiar melalui doa bersama. Mereka berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup untuk mengembalikan ketersediaan air, menyelamatkan lahan pertanian dan meringankan beban masyarakat.
Kemarau panjang ini sekaligus menjadi alarm bahwa persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut kondisi alam, tetapi telah menyentuh langsung kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya para petani.
Warga pun berharap hujan yang turun nantinya bukan hanya mengakhiri kekeringan, tetapi membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buol, khususnya Kecamatan Paleleh dan Desa Kwalabesar. (RM)






