BUOL,Framenews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Buol masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami 15 siswa sekolah dasar di Kecamatan Bokat usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Gamar Lahamade, mengatakan hingga kini penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada makanan yang terakhir dikonsumsi para siswa.
“Kalau penyebab pastinya belum diketahui. Dugaan sementara iya ke situ, karena terakhir yang mereka konsumsi makanan dari MBG. Karena dari gejala anak-anak itu mengalami gangguan saluran pencernaan,” kata Gamar Lahamade, Jumat (31/7/2026).
Ia menambahkan, pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Iya, pemeriksaannya di Palu,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15 siswa sekolah dasar di Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (29/7/2026). Delapan siswa di antaranya masih menjalani perawatan di Puskesmas Bokat, sementara tujuh siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut terjadi di dua sekolah dasar penerima MBG yang makanannya disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Doulan. Para siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
Camat Bokat, Moh. Iksan Mangge, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penyampaian data lengkap dan perkembangan penanganan akan disampaikan oleh instansi yang berwenang.
“Iya benar, tadi ada kejadian di beberapa sekolah. Namun untuk lengkapnya nanti pihak Dinas Kesehatan dan Polres yang akan menyampaikan datanya. Karena begitu perintah Pak Wakil Bupati,” kata Moh. Iksan Mangge saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (29/7/2026).
Berdasarkan data sementara Puskesmas Bokat, jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan mencapai 15 orang. Sebanyak tujuh siswa telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik, sedangkan delapan siswa lainnya masih menjalani observasi dan perawatan oleh tenaga medis.
Kasus terbanyak terjadi di SDN 1 Bokat, Desa Tang. Dari 80 siswa penerima MBG di sekolah tersebut, sebanyak 11 siswa mengalami gejala gangguan kesehatan, terdiri atas dua siswa laki-laki dan sembilan siswa perempuan dari kelas II hingga kelas VI.
Sementara itu, di SDN 2 Bokat, Desa Bokat, empat siswa dari kelas III juga mengalami gejala serupa. Keempatnya terdiri atas satu siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan.
Keluhan para siswa mulai muncul dalam rentang waktu pukul 09.45 hingga 11.59 WITA. Mereka mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG. Pihak sekolah kemudian segera membawa para siswa ke Puskesmas Bokat untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden ini kembali menjadi perhatian publik karena bukan pertama kalinya dugaan keracunan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis terjadi di Kabupaten Buol. Sejumlah warga meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan pihak SPPG agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (RM)






