Palu, Framenews.id – Pergantian pucuk pimpinan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah menjadi salah satu bagian penting dalam penyegaran organisasi Polri di wilayah tersebut.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) Dirreskrimsus Polda Sulteng dan Kapolres Sigi di Lapangan Apel Mapolda Sulteng, Rabu (23/9/26).
Jabatan Dirreskrimsus Polda Sulteng yang sebelumnya diemban Kombes Pol Suratno kini dipercayakan kepada AKBP Putu Hendra Binangkari, yang sebelumnya menjabat Wakapolresta Bandung Polda Jawa Barat.
Suratno selanjutnya mendapat penugasan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri dalam rangka Dikbangti TA 2026.
Pergantian tersebut tidak sekadar menjadi rotasi jabatan. Posisi Dirreskrimsus merupakan salah satu jabatan strategis di tubuh Polda, mengingat direktorat ini berhadapan langsung dengan berbagai perkara tindak pidana khusus yang memiliki kompleksitas tinggi, mulai dari kejahatan ekonomi, korupsi, pertambangan, lingkungan, hingga kejahatan tertentu yang berdampak terhadap kepentingan publik. Karena itu, kedatangan pejabat baru akan dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Kapolda Sulteng Irjen Nasri menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus pembinaan karier personel.
Menurutnya, rotasi jabatan juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program dan kesinambungan kinerja organisasi.
“Pergantian jabatan diharapkan dapat menghadirkan pembaruan ide, gagasan, serta perspektif dalam menghadapi tantangan tugas Polri yang semakin kompleks,” kata Kapolda.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi pejabat baru Dirreskrimsus. Tantangan penegakan hukum pidana khusus tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengungkap perkara, tetapi juga menyangkut konsistensi, transparansi, profesionalitas, serta kemampuan membaca persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Apalagi sejumlah persoalan terkait aktivitas pertambangan, dugaan pertambangan tanpa izin, lingkungan, hingga dugaan aliran dana dari aktivitas ilegal menjadi isu yang terus mendapat perhatian publik di Sulawesi Tengah.
Dalam konteks itu, publik tentu akan menunggu bagaimana Ditreskrimsus di bawah kepemimpinan Putu Hendra menerjemahkan mandat penegakan hukum tersebut dalam kerja konkret.
Penanganan perkara tidak cukup berhenti pada tindakan terhadap pelaku lapangan. Dalam perkara pidana khusus, penelusuran terhadap aktor utama, pemodal, jaringan, aliran uang, hingga pihak yang diduga memperoleh keuntungan menjadi bagian penting untuk memastikan penegakan hukum tidak berhenti di permukaan.
Kapolda Nasri secara khusus meminta pejabat yang baru segera memahami lingkungan tugasnya.
Ia meminta pejabat baru melakukan environment scanning dan organization health analysis di tempat tugas masing-masing.
Pesan tersebut mengandung makna bahwa pejabat baru tidak boleh bekerja dengan pola lama tanpa terlebih dahulu membaca persoalan dan karakteristik wilayah tugas.
“Selamat bertugas kepada pejabat yang baru dengan melakukan environment scanning dan organization health analysis di tempat tugas yang baru,” ujar Nasri.
Bagi Ditreskrimsus, pemetaan lingkungan tugas menjadi penting karena karakter perkara pidana khusus di setiap daerah memiliki pola yang berbeda.
Pemetaan tersebut setidaknya dapat menjadi dasar untuk melihat perkembangan perkara, potensi tindak pidana baru, pola jaringan kejahatan, serta efektivitas penanganan perkara yang telah berjalan.
Di sisi lain, pergantian pucuk pimpinan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi apakah program penegakan hukum sebelumnya telah memberikan dampak yang terukur atau masih menyisakan sejumlah persoalan.
AKBP Putu Hendra kini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan penanganan perkara sekaligus menghadirkan perspektif baru sebagaimana ditekankan Kapolda.
Tantangan terbesarnya bukan sekadar banyaknya perkara yang harus ditangani, tetapi bagaimana Ditreskrimsus mampu menunjukkan bahwa penegakan hukum berjalan berdasarkan bukti, prosedur dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
Sementara itu, dalam sertijab yang sama, jabatan Kapolres Sigi diserahterimakan dari AKBP Kari Amsah Ritonga kepada AKBP Agus Dwi Cahyono.
Kari Amsah Ritonga mendapat penugasan sebagai Wadansatbrimob Polda Sumatera Utara. Sedangkan Agus Dwi Cahyono sebelumnya menjabat PS Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Gorontalo.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan mutasi dan sertijab diharapkan mampu memberikan energi serta perspektif baru dalam pelaksanaan tugas.
“Kami berharap mutasi dan sertijab ini dapat memberikan energi serta perspektif baru dalam pelaksanaan tugas, sehingga pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan secara optimal di Sulawesi Tengah,” tandasnya.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah awal AKBP Putu Hendra Binangkari sebagai Dirreskrimsus Polda Sulteng. Bukan hanya perkara apa yang akan ditangani, tetapi sejauh mana direktorat tersebut mampu memperlihatkan penegakan hukum yang tuntas, berbasis bukti, dan menyentuh akar persoalan. (HAN)






