Palu, Framenews.id – Penyusutan debit air Danau Poso di Kabupaten Poso mulai berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Berkurangnya kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana memicu defisit daya yang berujung pada pemadaman listrik bergilir di wilayah kerja PLN UP3 Palu.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu, Ansar, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan pengurangan pasokan listrik dari sistem interkoneksi Sulawesi. Dampaknya dirasakan pelanggan di sejumlah wilayah, mulai dari Palu, Donggala, Poso, Tentena, Tompira hingga Morowali.
“Adanya penyusutan Danau Poso dapat berdampak pada menurunnya kapasitas listrik PLTA Sulewana. Serta berdampak pada sistem interkoneksi antar daerah, berupa berkurangnya pasokan listrik, termasuk ke PLN UP3 Palu,” ujar Ansar kepada media ini, Senin (2/11/26), di kompleks Kantor PLN UP3 Palu.
Ansar menjelaskan, pengurangan daya yang harus ditanggung melalui pengaturan beban pemadaman mencapai 35 Megawatt (MW). Kondisi ini membuat PLN harus menerapkan pemadaman bergilir guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pelanggan.
Persoalannya, hingga Senin siang, PLN belum dapat memastikan kapan pemadaman bergilir tersebut akan berakhir. Artinya, masyarakat masih harus menghadapi ketidakpastian pasokan listrik selama kondisi sistem interkoneksi belum kembali normal.
Padahal, kebutuhan listrik di wilayah kerja PLN UP3 Palu terbilang besar. Beban puncak mencapai sekitar 260 MW. Sementara pasokan listrik tidak hanya bergantung pada PLTA Sulewana, tetapi juga didukung PLTU Mpanau sebesar 100 MW, PLTD Silae 20 MW, serta PLTD Sidera sebesar 20 MW.
Meski memiliki sejumlah sumber pembangkit, berkurangnya pasokan dari PLTA Sulewana tetap memberikan tekanan terhadap sistem kelistrikan. Ketika pasokan dari sistem interkoneksi mengalami gangguan, PLN harus melakukan penyesuaian beban agar keseimbangan sistem tetap terjaga.
Terkait teknis pengaturan tersebut, Ansar menjelaskan bahwa pengendalian sistem pemadaman dilakukan oleh PLN UP2D Palu. Sedangkan penyusunan jadwal pemadaman bergilir menjadi kewenangan PLN UP3 Palu.
Didampingi Humas PLN UP3 Palu, Natalia, Ansar berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi perusahaan. Ia menyebut pengurangan pasokan dari sistem interkoneksi PLTA Sulewana menjadi salah satu faktor yang memaksa PLN melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.
Situasi ini sekaligus memperlihatkan besarnya pengaruh kondisi sumber air terhadap keandalan pasokan listrik, khususnya bagi daerah yang terhubung dalam satu sistem interkoneksi. Selama kapasitas produksi PLTA Sulewana belum pulih, pengaturan beban listrik masih menjadi langkah yang harus dilakukan PLN. M50N












