Palu, Framenews.id – Kawasan Pantai Dupa di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, mendadak ramai oleh riuh kebersamaan pada Sabtu sore, 20 Juni 2026. Di bawah langit senja sekitar pukul 16.00 WITA, jajaran Polresta Palu turun langsung ke lumpur pesisir bukan untuk mengejar pelaku kriminal, melainkan untuk menanam masa depan hijau bagi Kota Palu.
Dipimpin langsung oleh Kapolresta Palu, Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Palu, Ny. Dhinie Hari Rosena, aksi peduli lingkungan ini berhasil menancapkan 1.000 bibit pohon mangrove di sepanjang garis pantai. Langkah nyata ini digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan spesial menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Tidak sendirian, Kapolresta turut memboyong para Pejabat Utama (PJU) Polresta Palu, pengurus Bhayangkari, serta puluhan personel kepolisian yang tampak kompak dan bersemangat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa korps baju cokelat ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian ekosistem pesisir yang kian rentan.

Penanaman ribuan mangrove ini bukan sekadar seremonial belaka. Aksi ini dirancang sebagai benteng alami untuk mencegah abrasi pantai yang mengancam wilayah pesisir Palu, sekaligus berkontribusi aktif dalam mitigasi perubahan iklim global. Ini adalah wujud nyata pengabdian Polri yang manfaatnya bisa dirasakan langsung secara jangka panjang oleh masyarakat luas.
Di sela-sela kegiatan, Kombes Pol. Hari Rosena menegaskan bahwa menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab bersama. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, ia ingin mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luas tentang peran ganda Polri di era modern.
”Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan demi generasi yang akan datang,” ungkap Kapolresta Palu dengan penuh optimisme.
Suasana penuh kebersamaan begitu terasa hingga bibit mangrove terakhir selesai ditanam. Kini, harapan besar tertuju pada pertumbuhan 1.000 pohon tersebut agar dapat tumbuh kokoh, menjadi pelindung pantai, sekaligus menjadi warisan hijau yang berharga bagi anak cucu di Kota Palu kelak.
(SON)














