Palu, Framenews.id – Wajah baru, mesin baru, dan ambisi yang jauh lebih besar. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Buol era baru tampaknya tidak sekadar jadi penonton di panggung politik lokal. Lewat sebuah pertemuan strategis di Kantor DPW PKB Sulawesi Tengah pada Jumat (19/06/2026), PKB Buol resmi mengumumkan “wajah” kepengurusan mereka untuk periode 2026–2031. Hasilnya? Rusdianto Timumun kini resmi memegang tongkat komando tertinggi.
Langkah ini bukan sekedar pergantian struktur organisasi di atas kertas, melainkan sebuah manuver politik yang terukur. Dipimpin langsung oleh utusan elite pusat, Dr. Hj. Anggia Erma Rini, rapat tim formatur yang diisi nama-nama beken seperti Kaharudin hingga Haris Julianto ini sukses meracik formasi tempur baru: 14 tokoh di jajaran Dewan Syuro dan 30 nama di Dewan Tanfidz. Total 44 personel disiapkan untuk mengisi pos-pos strategis.
Penunjukan Rusdianto Timumun adalah sinyal bahwa PKB sedang melakukan penyegaran taktik. Di bawah kepemimpinan barunya, PKB Buol dipacu untuk bergerak lebih lincah, adaptif, dan yang paling penting adalah gerak cepat dan solutif ke akar rumput demi memperluas basis suara yang selama ini mungkin belum tersentuh secara maksimal.
Menariknya, momentum ini tidak dibiarkan lewat begitu saja. PKB Buol sengaja memilih tanggal 23 Juli 2026 sebagai hari pelantikan resmi mereka. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28. Sebuah pilihan simbolis yang jelas ingin menegaskan pesan: PKB Buol siap bangkit dengan energi baru, sekaligus menjadi pengingat bagi rival politik mereka bahwa mesin partai ini sudah panas dan siap berkompetisi.
Targetnya pun tidak muluk-muluk tapi mematikan, menjadikan PKB sebagai “rumah besar” yang inklusif namun tetap taktis dalam melahirkan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat.
Jika konsolidasi internal 44 pengurus baru ini berjalan mulus, peta persaingan politik di Kabupaten Buol menuju tatanan daerah yang lebih maju dipastikan bakal jauh lebih dinamis dan penuh kejutan.
RED














