Buol, Framenews — Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar mencuat di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. BBM bersubsidi tersebut diduga digunakan untuk menunjang operasional sejumlah proyek dan industri penunjang milik salah satu pengusaha.
Temuan ini berawal dari hasil penelusuran wartawan Framenews.id di lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT. Wahana Cipta Lestari di desa Momunu, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, pada Sabtu (4/7/2026). Di lokasi tersebut, wartawan menemukan sebuah truk kayu merek Hino berwarna hijau bernomor polisi DN 8722 BU yang tengah menurunkan sebanyak 29 drum bermerek Pertamina, masing-masing berkapasitas sekitar 200 liter dan diduga berisi Solar.
Sejumlah pekerja yang berada di lokasi mengaku drum-drum tersebut diangkut dari sebuah gudang di kawasan Lingkungan Malosong, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.
Salah seorang kru truk yang ditemui wartawan mengatakan, BBM tersebut diperoleh melalui pembelian secara bertahap di SPBU 74.945.10 yang berlokasi di Jalan Usman Binol, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.
“ Kita bawa dari Panta Kapal ini ( Gudang milik Suardin Amsal di lingkungan Malosong, Kelurahan Baru) Biasa mobilnya Bos ba antri di SPBU, baru disalin di gudang,” ungkap salah satu kru mobil truck yang temui.
Berdasarkan hasil penelusuran informasi di lapangan, setelah diturunkan dari truk, Solar dalam drum tersebut dipindahkan ke tangki penampungan yang berada di area Stone Crusher dan Asphalt Mixing Plant (AMP).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, BBM tersebut diduga tidak hanya digunakan untuk mengoperasikan mesin produksi AMP dan Stone Crusher, tetapi juga menyuplai kebutuhan bahan bakar alat berat serta armada truk milik perusahaan afiliasi yang sedang mengerjakan sejumlah proyek di Kabupaten Buol.
Beberapa proyek yang diduga menggunakan pasokan BBM tersebut antara lain proyek peningkatan jalan provinsi yang dikerjakan PT. Wahana Cipta Lestari dengan nilai kontrak sekitar Rp72 miliar, proyek peningkatan Jalan Lokodidi yang dikerjakan CV. Cemerlang Abadi Konstruksi dengan nilai Rp2,651 miliar, serta proyek preservasi Jalan Nasional yang dikerjakan PT. Surya Lima Perkasa senilai Rp16,8 miliar.
Saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026), Manajer Operasional dan Logistik PT. Wahana Cipta Lestari, Bambang Dwi Warsito, mengaku tidak mengetahui mengenai mekanisme pengadaan maupun distribusi BBM yang digunakan perusahaan.
“Kalau soal BBM saya tidak tahu, itu urusan bos. Yang tahu Hoga, keluarganya Bos (Suardin Amsal alias Bolong), bukan saya,” kata Bambang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola gudang di Kabupaten Tolitoli maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai asal-usul maupun legalitas distribusi Solar tersebut.
Framenews masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Depo Pertamina Patra Niaga Tolitoli, serta aparat penegak hukum untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.
RM












