BuolPendidikan

Ketika Guru Tidak Lagi Berjalan Sendiri: Kisah Inspiratif dari Buol, Sulawesi Tengah

×

Ketika Guru Tidak Lagi Berjalan Sendiri: Kisah Inspiratif dari Buol, Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini

Buol, Framenews.id – Perubahan besar dalam dunia pendidikan sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama secara konsisten. Itulah yang dibuktikan oleh para guru di SD Negeri 16 Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan akan maju ketika guru terus belajar, Firmansyah B. Hi. Madjo, S.Pd., Gr., seorang guru di sekolah tersebut menginisiasi sebuah gerakan kolektif yang dikenal sebagai Hari Belajar Guru. Melalui program ini, ruang belajar tidak lagi hanya milik murid. Para guru pun duduk bersama, berdiskusi, dan saling menguatkan satu sama lain.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

Mekanismenya sederhana namun terstruktur. Tim guru menentukan kesepakatan waktu belajar bersama, lalu membahas refleksi pembelajaran, observasi kelas, analisis hasil belajar murid, hingga diskusi kebutuhan belajar guru. Dari proses itu, lahirlah tema-tema belajar yang paling dibutuhkan, mulai dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penyusunan perangkat ajar, koding dan kecerdasan artifisial, hingga Pembelajaran Mendalam.

“Mulailah Hari Belajar Guru dari langkah kecil yang sesuai dengan kondisi sekolah. Fokus pada kebutuhan nyata guru dan murid. Bangun suasana yang aman, nyaman, dan saling mendukung sehingga setiap guru merasa dihargai untuk berbagi.”, ujar Guru SD Negeri 16 Biau yang akrab disapa Iman Madjo ini.

Hasilnya nyata dan terasa. Guru-guru menjadi lebih kolaboratif dan percaya diri. Strategi pembelajaran pun semakin berpusat pada murid, dan budaya refleksi mulai tumbuh di lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting, para guru tidak lagi menghadapi tantangan sendirian, karena mereka kini berjalan dan bergerak bersama.

Kisah dari Buol ini menjadi bukti bahwa komunitas belajar bukan sekadar program, melainkan sebuah budaya yang ketika dirawat dengan penuh ketulusan, mampu mengubah wajah pendidikan dari dalam. Ketika guru bertumbuh, murid pun ikut merasakan manfaatnya.

Kisah inspiratif Firmansyah ini mendapat perhatian langsung dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikbud). Melalui akun Instagram resmi @ditjen.gtk.kemdikbud, Ditjen GTK mengangkat dan menyebarluaskan kisah ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi yang telah dijalankan di SD Negeri 16 Biau. Langkah ini sekaligus menjadi ajakan bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia untuk mengadopsi praktik baik serupa demi mewujudkan budaya belajar sepanjang hayat.

RED

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID