BuolRagamSulawesi Tengah

Kapolres Buol Sambangi Jemaat GPIBT Imanuel, Ini Pesan Kamtibmas yang Disampaikan

×

Kapolres Buol Sambangi Jemaat GPIBT Imanuel, Ini Pesan Kamtibmas yang Disampaikan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan Minggu Kasih yang digelar Polres Buol di Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli (GPIBT) Imanuel, Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Minggu (1/11/26). Dok. Framenews.id

Buol, Framenews.id – Mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat lintas agama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi tujuan kegiatan Minggu Kasih yang digelar Polres Buol di Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli (GPIBT) Imanuel, Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Minggu (1/11/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Buol AKBP Irwan, S.I.K., M.H., M.Tr. OPSLA bersama jajaran. Kehadiran kepolisian di tengah jemaat gereja menjadi bagian dari pendekatan humanis untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menyampaikan edukasi mengenai berbagai persoalan keamanan di lingkungan masyarakat.

Dalam penyampaian pesan Kamtibmas, jajaran Polres Buol mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dan lingkungan dalam mencegah kenakalan remaja. Anak-anak yang memasuki usia remaja dinilai berada dalam fase pencarian jati diri sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan yang lebih serius dari orang tua.

Kurangnya keharmonisan keluarga, minimnya kasih sayang, serta pengaruh lingkungan pergaulan yang negatif dapat mendorong anak terjerumus dalam perilaku menyimpang. Mulai dari kebiasaan ikut-ikutan, pencurian, perkelahian, hingga tindakan kekerasan.

Karena itu, orang tua diminta tidak hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan anak di rumah. Pendekatan mendidik harus disesuaikan dengan perkembangan karakter anak agar nasihat dapat diterima dengan baik.

Selain persoalan kenakalan remaja, bahaya minuman keras (miras) juga menjadi perhatian. Konsumsi miras dinilai berpotensi memicu perkelahian dan berbagai tindakan kriminal yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Jajaran Polres Buol juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Informasi yang diterima melalui telepon genggam harus dicermati dan dipastikan kebenarannya sebelum dibagikan kepada orang lain.

” Sebelum membaca berita, sebelum di-share, berita tersebut perlu dicermati, dibaca dulu secara baik-baik. Jangan ada berita yang masuk langsung di-share. Ini sangat berbahaya,” demikian imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kepolisian turut mengingatkan bahwa jejak digital tidak serta-merta hilang meskipun sebuah unggahan telah dihapus. Karena itu, masyarakat perlu memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di ruang digital, termasuk ketika menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat juga diharapkan dapat disikapi secara bijaksana. Masyarakat diajak mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan apabila persoalan tersebut memungkinkan untuk dimusyawarahkan, tanpa mengabaikan jalur hukum jika terdapat unsur tindak pidana.

Melalui program Minggu Kasih, Polres Buol berharap terbangun hubungan yang semakin dekat antara kepolisian dan masyarakat. Jemaat gereja juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan serta menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga Kamtibmas bukan semata-mata tugas kepolisian. Dukungan keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Buol yang aman dan kondusif.

(S. Sihombing)

 

error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID