BuolPolitikSulawesi Tengah

Jangan Sibuk Saling Serang, Utat Bowo Tantang Kader PKB Turun ke Masyarakat

×

Jangan Sibuk Saling Serang, Utat Bowo Tantang Kader PKB Turun ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Risharyudi yang akrab disapa Utat Bowo saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Buol di Hotel Surya Wisata, Sabtu (31/10/2026).

Buol, Framenews.id – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Risharyudi Triwibowo, melontarkan pesan tegas kepada seluruh kader PKB agar tidak menghabiskan energi untuk saling menyerang, berdebat, maupun membangun pencitraan di media sosial. Menurutnya, tantangan politik sesungguhnya bukan terletak pada seberapa keras politisi bersuara, melainkan seberapa nyata kehadiran mereka dirasakan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Risharyudi yang akrab disapa Utat Bowo saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Buol di Hotel Surya Wisata, Sabtu (31/10/26).

Di hadapan para kader PKB dan sejumlah tamu undangan, Utat Bowo mengingatkan bahwa persaingan antarpartai politik seharusnya tidak diwujudkan melalui saling menjatuhkan. Sebaliknya, kompetisi politik perlu diarahkan pada kerja nyata, pengabdian, dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Kalau mau adu rajin, bukan di media sosial atau di panggung saling menyerang. Kalau mau adu rajin, rajin-rajinlah sebanyak-banyaknya kader partai turun di masyarakat, berbuat di masyarakat,” tegas Utat Bowo.

Ia menilai, salah satu tantangan politik saat ini adalah meningkatnya sikap apatis masyarakat terhadap partai politik dan para politisi. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak cukup dijawab dengan pernyataan atau pencitraan, tetapi harus dibuktikan melalui aktivitas nyata di tengah masyarakat.

Utat Bowo bahkan menyebut sikap apatis terhadap politik sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi para politisi. Sebab, ketika satu politisi tersandung persoalan, tidak jarang seluruh politisi ikut mendapat penilaian negatif.

Karena itu, ia mengajak kader PKB menunjukkan bahwa politik juga dapat menjadi ruang pengabdian dan menghadirkan orang-orang yang bekerja secara baik untuk kepentingan publik.

“Jangan menjustifikasi satu urusan untuk dipakai kepada banyak urusan. Janganlah kebencian kepada satu orang membuatmu berlaku tidak adil kepada suatu kaum,” ujarnya.

Selain menyoroti persaingan politik, Utat Bowo juga mengingatkan kader agar bijak menggunakan media sosial, terutama ketika menyampaikan kritik terhadap pemerintah maupun pihak lain.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus didasarkan pada informasi yang benar, menyentuh persoalan substansial, serta disampaikan dengan bahasa yang baik dan bertanggung jawab.

“Boleh mengkritik siapa pun, tetapi harus betul-betul asal informasinya, kemudian hal yang substansi,” katanya.

Ia mencontohkan, apabila terdapat persoalan yang perlu dikritisi, pihak terkait sebaiknya didatangi dan diajak berdialog terlebih dahulu. Jika tidak menemukan penyelesaian, jalur hukum yang tersedia dapat ditempuh secara bermartabat.

Dalam kesempatan itu, Utat Bowo juga menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar bahwa PKB tidak dilahirkan untuk menjadi oposisi pemerintah, melainkan menjadi bagian yang turut membantu jalannya pemerintahan.

“PKB tidak pernah dilahirkan untuk menjadi oposisi pemerintah, tetapi menjadi koalisi pemerintah. Tugas kader PKB adalah membantu pemerintahan, baik itu institusi pemerintah daerah maupun bentuk-bentuk institusi vertikal maupun horizontal untuk sama-sama membangun Kabupaten Buol tercinta,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam pembangunan daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, begitu pula partai politik maupun kelompok masyarakat lainnya.

Ia mengajak para politisi senior dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Buol untuk menanggalkan ego pribadi dan sektoral demi mewujudkan pembangunan yang lebih cepat, baik, dan berkeadilan.

“Untuk membangun Kabupaten Buol yang lebih cepat, lebih baik, dan berkeadilan holistik untuk semua, tidak akan bisa hanya pemerintah daerah bekerja sendirian. Tidak akan bisa kemudian partai politik bergerak sendirian,” tuturnya.

Acara pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Buol tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Buol, Andi Herma, Wakapolres Buol Kompol Suraji yang mewakili Kapolres, komisioner KPU dan Bawaslu Buol, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah daerah pemilihan Buol-Tolitoli, serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol.

Utat Bowo menegaskan, momentum pengukuhan kepengurusan partai semestinya menjadi awal penguatan kerja-kerja politik yang lebih dekat dengan masyarakat. Sebab, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui slogan dan aktivitas menjelang pemilu, tetapi melalui konsistensi kader dalam hadir, mendengar, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. RM

 

error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID