Buol, Framenews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol kini memiliki nahkoda baru. Andi Herman, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Buol oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, S.H., M.H., Selasa (18/8/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Abdul Aziz Lamdjido, Kantor Kejati Sulteng, menandai dimulainya kepemimpinan baru di institusi penegak hukum Kabupaten Buol.
Kehadiran Andi Herman membawa ekspektasi baru terhadap kinerja Kejari Buol, terutama dalam memastikan penegakan hukum berjalan profesional, berintegritas dan tidak pandang bulu.
Pesan Kajati Sulteng dalam pelantikan tersebut menjadi pekerjaan penting bagi para Kajari baru. Mereka dituntut mampu mengendalikan kebijakan dan penegakan hukum, baik melalui langkah preventif maupun represif, serta memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan.
Bagi Buol, tantangan tersebut bersentuhan langsung dengan sejumlah persoalan hukum yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari pengelolaan keuangan negara, tata kelola pemerintahan, pengadaan barang dan jasa, hingga persoalan lingkungan dan aktivitas pertambangan.
Andi Herman juga diharapkan mampu memperkuat fungsi kejaksaan tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga pencegahan. Pendekatan hukum yang tegas harus berjalan beriringan dengan kepastian, keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Kajati Sulteng menegaskan, tugas Kajari mencakup seluruh tahapan penegakan hukum, mulai dari penyelidikan, penyidikan, prapenuntutan, pemeriksaan tambahan, penuntutan hingga eksekusi.
Selain itu, penguatan fungsi penelusuran, perampasan dan pengembalian aset menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penanganan perkara.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan penegakan hukum tidak semata diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari sejauh mana kerugian negara dapat dipulihkan dan rasa keadilan masyarakat dapat diwujudkan.
Sumpah jabatan yang diucapkan Andi Herman pun bukan sekadar seremoni. Ada tanggung jawab institusional dan moral yang melekat di dalamnya.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang transparan dan akuntabel, publik Buol kini menanti langkah awal Kajari baru dalam membangun Kejari Buol yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Kepemimpinan Andi Herman ke depan akan diuji oleh kemampuannya menjaga independensi, memperkuat integritas jajaran serta memastikan hukum bekerja secara objektif tanpa melihat latar belakang maupun kepentingan pihak yang berhadapan dengan hukum.
Dengan amanat tersebut, kepemimpinan baru Kejari Buol diharapkan mampu menghadirkan penegakan hukum yang bukan hanya tegas, tetapi juga adil, terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Buol.
Diketahui Andi Herman sebelum mengemban tugas sebagai Kajari Buol, sejak 24 Agustus 2024 dirinya menjabat sebagai salah satu koodinator dilingkungan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah. (RM)






