BUOL, Framenews.id – Sebanyak 15 siswa sekolah dasar di Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (29/7/2026). Delapan siswa di antaranya masih menjalani perawatan di Puskesmas Bokat, sementara tujuh lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Peristiwa tersebut terjadi di dua sekolah dasar penerima MBG yang makananannya disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Doulan. Para siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
Camat Bokat, Moh. Iksan Mangge, membenarkan adanya insiden yang menimpa sejumlah siswa. Namun, ia menegaskan bahwa penyampaian data lengkap dan hasil penanganan akan disampaikan oleh instansi yang berwenang.
“Iya benar, tadi ada kejadian di beberapa sekolah. Namun untuk lengkapnya nanti pihak Dinas Kesehatan dan Polres yang akan menyampaikan datanya. Karena begitu perintah Pak Wakil Bupati,” kata Moh. Iksan Mangge saat dikonfirmasi via telpon, Rabu (29/7/2026).
Berdasarkan data sementara Puskesmas Bokat hingga pukul 12.47 WITA, jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan mencapai 15 orang. Sebanyak tujuh siswa telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik, sedangkan delapan siswa lainnya masih menjalani observasi dan perawatan intensif oleh tenaga medis.
Kasus terbanyak terjadi di SDN 1 Bokat, Desa Tang. Dari 80 siswa penerima MBG di sekolah tersebut, sebanyak 11 siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan. Mereka terdiri atas dua siswa laki-laki dan sembilan siswa perempuan yang berasal dari kelas II hingga kelas VI.
Sementara di SDN 2 Bokat, Desa Bokat, empat siswa dari kelas III juga mengalami gejala serupa. Keempatnya terdiri atas satu siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan dari total 164 siswa yang bersekolah di sana.
Keluhan mulai muncul dalam rentang waktu pukul 09.45 hingga 11.59 WITA. Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan program MBG. Pihak sekolah kemudian segera membawa para siswa ke Puskesmas Bokat untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden ini kembali menjadi perhatian publik karena bukan pertama kalinya dugaan keracunan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis terjadi di Kabupaten Buol. Sejumlah warga meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Seorang warga Kecamatan Bokat yang enggan disebutkan namanya berharap pemerintah segera mengusut penyebab insiden tersebut.
“Ini program untuk anak-anak. Jangan sampai tujuan meningkatkan gizi justru membahayakan kesehatan mereka. Harus ada evaluasi menyeluruh dan pihak yang lalai harus bertanggung jawab apabila terbukti ada pelanggaran,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan bersama aparat kepolisian masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap para siswa yang terdampak. Penyebab pasti dugaan keracunan maupun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan belum diumumkan secara resmi.
Data Sementara Dugaan Keracunan MBG Kecamatan Bokat:
• Total siswa terdampak: 15 orang
• SDN 1 Bokat, Desa Tang: 11 siswa (2 laki-laki, 9 perempuan)
• SDN 2 Bokat, Desa Bokat: 4 siswa (1 laki-laki, 3 perempuan)
• Selesai dirawat dan dipulangkan: 7 siswa
• Masih menjalani perawatan di Puskesmas Bokat: 8 siswa.
(RM)






