Framenews.id, Buol — Tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan hidup mendorong Aliansi Rakyat Buol menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 16.00 WITA di kawasan Lampu Merah Kelurahan Kali Kabupaten Buol.
Aksi tersebut menyoroti dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), melemahnya nilai tukar rupiah, serta meningkatnya harga kebutuhan pokok yang semakin membebani masyarakat.
Dalam aksi tersebut, selain menyampaikan orasi, Aliansi Rakyat Buol juga melakukan pembagian selebaran kepada pengguna jalan sebagai bentuk penyampaian informasi mengenai kondisi ekonomi rakyat dan tuntutan kepada pemerintah.
Koordinator Aliansi Rakyat Buol, Bayu, menilai kenaikan harga bukan hanya persoalan angka ekonomi, tetapi telah menjadi persoalan nyata yang masuk ke kehidupan sehari-hari masyarakat.
” Ongkos naik. Harga pangan naik. Biaya hidup naik. Di berbagai wilayah desa di Buol, masyarakat merasakan kenaikan harga kebutuhan dasar seperti beras, gas, minyak goreng, telur, ayam, bawang, rica, dan kebutuhan dapur lainnya. Berdasarkan catatan harga kebutuhan masyarakat, kenaikan rata-rata sejumlah kebutuhan hidup mencapai sekitar 39 persen.
Namun kenaikan biaya hidup tersebut tidak diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat.” Tegas Bayu.

Dirinya menambahkan, upah buruh tidak mengalami penyesuaian yang sebanding dengan kenaikan harga. Petani menghadapi kenaikan biaya produksi, sementara harga hasil panen tidak meningkat secara layak. Nelayan menghadapi biaya operasional yang meningkat, sementara hasil tangkapan belum memberikan pendapatan yang sebanding. Pedagang kecil semakin tertekan karena daya beli masyarakat melemah.
Aliansi Rakyat Buol juga menyoroti bahwa kenaikan harga lebih cepat dirasakan masyarakat dibandingkan penurunan harga. Dalam pengalaman masyarakat, ketika harga BBM turun, harga kebutuhan pokok tidak otomatis ikut turun. Namun ketika harga naik, dampaknya langsung dirasakan melalui meningkatnya biaya hidup.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekonomi bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana kebijakan negara berdampak terhadap kehidupan rakyat.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Rakyat Buol menegaskan bahwa APBN adalah uang rakyat yang harus digunakan untuk kepentingan rakyat, terutama pangan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang menggunakan anggaran negara menjadi perhatian massa. Aliansi Rakyat Buol menuntut agar program tersebut dijalankan secara transparan, diaudit secara terbuka, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aliansi Rakyat Buol menyampaikan tuntutan:
- TURUNKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK!
- KENDALIKAN HARGA BBM DAN BIAYA HIDUP RAKYAT!
- NAIKKAN UPAH BURUH DAN LAKUKAN PENYESUAIAN UPAH SESUAI DENGAN KENAIKAN BIAYA HIDUP!
- JAMIN HARGA LAYAK BAGI HASIL PANEN PETANI DAN TANGKAPAN NELAYAN, JANGAN BIARKAN PRODUSEN KECIL TERUS MENANGGUNG BEBAN!
- PASTIKAN SUBSIDI ENERGI TEPAT SASARAN!
- AUDIT DAN TRANSPARANSI KAN ANGGARAN MBG SERTA KOPERASI DESA MERAH PUTIH!
- BERANTAS KORUPSI DAN KEBOCORAN UANG RAKYAT!
Melalui aksi tersebut, Aliansi Rakyat Buol meminta pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi di tingkat angka, tetapi memastikan rakyat tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Harga naik, rakyat jangan dikorbankan. Uang rakyat untuk rakyat, bukan untuk dikorupsi.
RED














