Poso, Framenews.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso menggelar razia gabungan dan tes urine sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk mewujudkan lingkungan lapas dan rutan yang bebas narkoba dan bebas handphone. Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Batalyon B Brimob Poso, BNNK Poso, hingga seluruh jajaran pegawai Rutan Poso.
Total 88 personel diterjunkan dalam operasi ini, terdiri dari 18 personel Polres Poso, 10 personel Kodim 1307 Poso, 10 personel Batalyon B Brimob Poso, 5 personel BNNK Poso, dan 45 pegawai Rutan Kelas IIB Poso. Gabungan kekuatan ini melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap area hunian dan sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan barang-barang terlarang.
Hasilnya cukup mengejutkan. Petugas berhasil mengamankan puluhan jenis barang yang dilarang beredar di lingkungan rutan, mulai dari satu unit handphone, dua headset, empat charger, hingga barang-barang tajam seperti dua cutter dan dua pisau kecil. Tak hanya itu, ditemukan pula benda-benda yang berpotensi disalahgunakan seperti 53 paku, 11 hanger besi, 19 sendok besi, satu obeng, enam macis, serta berbagai perkakas rumah tangga lain seperti kipas angin portable, power bank, dan cermin kaca.

Selain penggeledahan, seluruh personel juga melaksanakan tes urine terhadap 31 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna mendeteksi dini kemungkinan penyalahgunaan narkotika. Kabar baiknya, seluruh WBP yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif dari zat terlarang.
Kepala Rutan Kelas IIB Poso, Nasir, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen nyata jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan. “Razia gabungan dan tes urine ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk menciptakan Lapas dan Rutan yang Zero Narkoba dan Zero Handphone. Kami berkomitmen untuk terus melakukan deteksi dini dan langkah-langkah pencegahan guna memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Rutan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, khususnya atas hasil tes urine yang seluruhnya negatif, yang menurutnya menjadi bukti nyata upaya bersama menjaga rutan tetap bersih dari peredaran narkoba.
Senada dengan itu, Kabag Ops Polres Poso turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menilai sinergi antara Rutan, TNI, Polri, Brimob, dan BNNK Poso menjadi langkah penting dalam melakukan deteksi dini terhadap gangguan keamanan maupun peredaran barang terlarang. “Tes urine terhadap Warga Binaan merupakan salah satu langkah untuk mendeteksi secara dini adanya penyalahgunaan narkotika. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Poso menegaskan kembali komitmennya mendukung penuh arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan lapas dan rutan yang benar-benar bersih dari narkoba dan handphone ilegal. Ke depan, pengawasan, deteksi dini, penggeledahan, dan koordinasi lintas instansi akan terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. (M50N)






