Jakarta, Framenews.id – Pemerintah Kabupaten Buol terus mengintensifkan upaya pemerataan akses telekomunikasi dan internet, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan (blank spot).
Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Buol dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang digelar di Kantor BAKTI Komdigi, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Audiensi ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, didampingi Kepala Dinas Kominfo Buol Ikhlasiani serta Kepala Bidang e-Government Moh. Hatta T. Tama. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Buol dalam mendukung percepatan transformasi digital daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Buol menyampaikan sejumlah usulan strategis, di antaranya percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Desa Wisata Mendaan, khususnya Dusun Tanjung Dako, penambahan akses internet di kantor-kantor desa, sekolah-sekolah yang telah terdaftar dalam aplikasi PASTI namun belum terlayani, serta reaktivasi bantuan akses internet BAKTI yang sudah tidak aktif.
Menanggapi usulan tersebut, pihak BAKTI Komdigi meminta Dinas Kominfo Kabupaten Buol melakukan validasi ulang terhadap 83 titik reaktivasi yang diusulkan.
Validasi difokuskan pada satuan pendidikan yang telah terjangkau jaringan fiber optik atau jaringan 4G, guna menentukan skala prioritas dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi anggaran.
Sementara itu, rencana pembangunan BTS di Desa Modo dan Desa Molangato akan kembali disurvei oleh tim teknis penyedia layanan, dengan melibatkan Dinas Kominfo Kabupaten Buol sebagai pendamping teknis daerah. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar kelayakan pembangunan BTS.
Adapun untuk penambahan atau relokasi BTS di kawasan wisata Tanjung Dako, BAKTI Komdigi menyatakan akan melakukan survei lapangan sebagai bahan pertimbangan penetapan prioritas pembangunan.
Pemkab Buol menegaskan akan terus mengawal setiap tahapan tindak lanjut guna memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi berjalan efektif dan tepat sasaran demi mendukung pelayanan publik yang merata dan berkelanjutan.
RED














