Framenews.id, Buol – Pelaksana Tugas (PLt) Kepada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Kabupaten Buol, Lani Irawati Saleh, menyatakan, menjelang ramadan, ketersediaan seluruh bahan pokok masih terpenuhi.
Menurut Lani, secara umum ketersedian dan harga bahan pokok utamanya beras, daging ayam dan telur ayam ras dan cabe merah masih aman dan harganya masih terbilang stabil. Yang mengalami lonjakan hanya bawang merah, yang sebelumnya dijual Rp 40 ribu per kilogram, saat ini telah berada di atas Rp 50 ribu per kilogram. Sementara harga daging sapi menurutnya masih fluktuatif karena masih di pengaruhi faktor Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
” Bahan pokok kita terutama beras itu masih aman di kita, masih stabil dan belum ada kenaikan yang signifikan, untuk telur ayam ras harganya juga masih stabil di angka Rp 56 ribu per rak, untuk daging harganya masih fluktuatif karena kita terpengaruh dengan PMK, harga daging ayam saat ini antara Rp 75 sampai Rp 85 per ekor, harga cabe juga masih stabil, meskipun di malam sya’ban cabe rawit ini stoknya nyaris tidak ada, yang harganya mengalami lonjakan adalah bawang merah, yang saat ini harganya sudah diatas Rp 50 ribu,” terang Lani kepada Framenews.id, Selasa (25/02/2025).
Menurutnya, selain memastikan kelancaran arus distribusi dan ketersediaan pasokan bahan pokok, pihaknya juga saat ini tengah melakukan operasi pasar di beberapa titik, untuk membantu meringankan beban masyarakat Buol menjelang ramadan.
” Saat ini sedang berlangsung operasi pasar murah, kami laksanakan sejak tanggal 24 sampai dengan tanggal 28, dan kita mulai dari Kelurahan Leok 2, dan hari ke dua kita laksanakan di Desa Timbulon (Kecamatan Paleleh Barat),” kita Lani.
Dirinya menambahkan, dalam rangka pengendalian inflasi dan untuk memastikan ketersediaan bahan dan harga bahan pokok, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan di pasar dan beberapa supplier bahan pokok di Kabupaten Buol.
” Setiap hari Jumat, tim kami melakukan pengecekan di pasar dan beberapa supplier terkait ketersediaan dan harga bahan pokok, kemudian kami laporkan ke Kemendagri dalam rapat setiap hari Senin,” terang Lani.
Terkait rencana Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo yang akan melakukan langkah-langkah tegas dalam menjaga kestabilan harga dan menerapkan sanksi tegas bagi pedagang nakal yang menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), Lani menyatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat dan arahan Bupati.
” Nanti kalau Pak Bupati insyaAllah sudah balik tanggal 4 (Maret 2025), nanti ini akan dibicarakan secara menyeluruh dengan bidang perekonomian dan stakeholder lainnya. Untuk menstabilkan harga-harga, kita menunggu kebijakan Pak Bupati, apa langkah-langkah taktis dan strategis yang harus dilakukan. Kita menunggu arahan dan akan melaksanakan perintah Pak Bupati,” tutup Lani.
RED








