Framenews.id, Buol – Berdasarkan informasi yang diterima media ini, Rabu (26/02/25), tentang aktifitas pengeboman ikan yang dapat merusak ekosistem biota laut kerap terjadi di perairan Kabupaten Buol.
Aktivitas ilegal fishing ini sering terlihat di kawasan laut sekitar Pulau Raja, Desa Lunguto, dan sebagian perairan Desa Hulubalang, Kecamatan Paleleh Barat dan parairan laut sekitar wilayah Kecamatan Paleleh, Praktik penangkapan ikan dengan cara menggunakan bom ini telah berlangsung sejak 2023.
Menurut keterangan warga setempat aktifitas penangkapan ikan menggunakan bom di perairan Kabupaten Buol dilakukan oleh nelayan asal Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Buol, H. Rishayudi Triwibowo, mengumumkan rencana untuk segera melakukan operasi gabungan dengan pihak terkait guna menghentikan aktivitas ilegal ini.
Bupati menegaskan bahwa tindakan pengeboman ikan adalah perbuatan yang tidak dapat diterima dan harus dihentikan segera demi menjaga kelestarian laut.
“Pemboman ikan adalah tindakan yang sangat merusak dan tidak dapat diterima. Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menindak tegas para pelaku yang merusak biota laut kita,”ujar Bupati Triwibowo, yang dikonfirmasi disela kegiatan retret, Rabu (26/02/2025).
Sebagai bagian dari upaya menghentikan praktik ini, Pemda Buol juga berencana mengimplementasikan pendekatan ekonomi bagi nelayan agar mereka bisa mengurangi ketergantungan pada penangkapan ikan ilegal.
Selain itu, Bupati juga berencana menjalin komunikasi dengan kepala daerah dari wilayah sekitar untuk mengingatkan warganya agar tidak terlibat dalam praktik yang merusak ekosistem laut di perairan Buol.
“Jika sudah dilakukan pendekatan dan mereka (nelayan Gorontalo) tetap melanggar, kami akan meminta aparat untuk mengambil tindakan tegas sesuai hukum,”tandas Bupati.
Dengan adanya operasi gabungan yang direncanakan, diharapkan perusakan ekosistem laut di Kabupaten Buol dapat segera dihentikan dan tindakan tegas terhadap para pelaku dapat memberi efek jera.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol, Tonang Malongi, yang dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp pribadinya, tidak aktif.
RED








