Buol, Framenews.id – Bupati Buol, Bowo Triwibowo, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Buol mencapai 13 persen dari total jumlah penduduk.
“Jika penduduk Kabupaten Buol berjumlah kurang lebih 150 ribu jiwa, maka terdapat sekitar 16 ribu orang yang masuk dalam kategori masyarakat miskin,” ujar Bupati dalam sambutannya usai melantik dan mengukuhkan Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Buol di Aula Pobokidan, Lantai II Kantor Bupati Buol, Senin (5/5/2025).
Ia mengakui, untuk menyukseskan 10 Program Pokok PKK, salah satu fokus utama adalah penanganan masalah kemiskinan.
Bupati juga menyampaikan bahwa jumlah masyarakat yang tergolong miskin ekstrem di Kabupaten Buol berkisar antara 2.000 hingga 3.000 orang. Salah satu indikator utama kemiskinan ekstrem tersebut adalah tidak tersedianya fasilitas dasar seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Dalam kesempatan itu, Bupati menitipkan perhatian khusus kepada Tim Penggerak PKK terhadap persoalan stunting atau gizi buruk pada anak-anak.
“Presiden sangat konsen terhadap isu ini dan telah menitipkan program nasional kepada pemerintah daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buol.
“Hingga minggu kedua Mei 2025, baru sekitar 3 ribu anak sekolah yang menerima program MBG dari total lebih 49 ribu penerima, yang mencakup anak usia PAUD, TK, SD, SMP, SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Artinya, kita masih punya tanggungan sekitar 46 ribu lebih yang belum terlayani,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika suatu daerah tidak mampu menyukseskan program prioritas pemerintah pusat, maka efisiensi anggaran akan diperketat.
“Artinya, ikat pinggang kita akan dikencangkan lagi,” tandas Bupati.
RED








