“Jadi uang pencairan tahap pertama yang sudah saya ambil itu juga dorang kabiri, uang yang cair saya tahu 50 juta lebih, nah saya terima tinggal 27 juta, dengan pekerjaanku itu saya tahu masih ada uang saya, jadi saya tidak lagi berharap uang dari kegiatan itu, yang saya harap uang fee ku lalu pulangkan saja yang 25 juta itu,” pungkasnya.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Tolitoli, Ayatullah membantah terkait adanya tudingan jual beli proyek dilingkungan Dinasnya.
” Alhamdulliah tidak ada pak, boleh saya jamin, kita baru baru habis di periksa tidak ada masalah,” kata Ayatullah, diruang kerjanya, Kamis (14/12/2023)
Baca Juga : Sejumlah Perkara Korupsi “Mengendap” di Kejari Tolitoli Dosoroti
“Kalaupun itu ada, tanya dulu, siapa yang jual karena orang diluar ini hanya mau cari ??? Iya kan. Kalau pun terjadi masalah itulah opsi yang kita ambil dan itu dibolehkan. Dan dua tahun ini pekerjaan yang kontrak maupun yang swakelola semuanya di review oleh inspektorat, dan banyak yang bicara diluar, dan saya tanyakan kamu dengan siapa bicara, saya tidak perna berurusan dengan dia dan urusanku denga dia kamu tidak tau to, ketemu saja ngak perna,”imbuhnya.
Bahkan Ayatullah yang juga PPK kegiatan Proyek di Dinas Pendidikan Tolitoli itu mengklaim bahwa pelaksanaan swakelola kali ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Beda dulu pengalaman yang kemarin kemarin kepala sekolah yang kelola kita yang babak belur pak, banyak yang bermasalah kepala sekolah masuk penjara,” Tandas Ayatullah.
IKY














