Menurut pengakuan salah satu kontraktor, sumber Framenews.id, yang juga sempat mengerjakan proyek swakelola di Dinas Pendidikan Tolitoli mengungkapkan, untuk bisa mengerjakan proyek, ia harus membayar fee sebesar 10 persen.
Kepada Framenews.id sumber menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.
“Ini ada pekerjaan dorang kasih saya di kecamatan Ogodeide untuk pembagunan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) SMP 5, tapi karena pekerjaan di pulau, saya tolak,” ungkapnya Selasa (12/12/2023).
Lanjut sumber menuturkan, karena orang yang bertemu dengannya menawarkan proyek itu menyampaikan bahwa lokasi proyeknya bukan di pulau, sumber kemudian mau dan menyerahkan uang fee sebesar 25 juta rupiah untuk dapat mengerjakan proyek yang nilai anggaranya Rp. 228.000.000.
” Seiring berjalannya waktu, ternyata pekerjaan itu berada di pulau, dan mau tidak mau harus saya kerjakan,” tuturnya.
Lebih jauh menurut sumber, namun setelah beberapa waktu kemudian disaat dirinya sedang dalam tahap nelaksanakan pekerjaan, pihak dinas melalui PPK Proyek, Ayatullah, mengambil alih kembali pekerjaan karena alasan lambat.
Sementara menurut sumber dalam proyek itu dirinya telah menyelesaikan sekian persen volume pekerjaan.
Ditanya soal apakah pekerjaannya telah dibayarkan?, sumber mangaku sudah dibayarkan oleh pihak dinas sebesar 27 juta rupiah.
Ke halaman selanjutnya…














