Framenews.id, Palu – Forum Pemerhati Tambang Sulteng dan Masyarakat Lingkar Tambang Poboya telah dengan tegas menolak rencana PT Citra Palu Mineral (PT CPM) untuk menggunakan bahan peledak dalam penambangan emas di Poboya.
Para pemangku kepentingan, dipimpin oleh tokoh masyarakat dan pemerhati, Irfan, bersikeras bahwa rencana ini membawa risiko serius bagi lingkungan dan penduduk Kota Palu. Irfan menyoroti bahwa penggunaan dinamit dalam membuka lokasi tambang akan berpotensi menciptakan konsekuensi yang merugikan.
“Kami menolak keras rencana penggunaan bahan peledak yang dapat menyebabkan dampak lingkungan yang tak terkendali,”tegasnya.
Menurut pengamatan mereka, teknik peledakan dalam penambangan memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan terjadinya flying rock (batu terbang), ground vibration (getaran tanah), dan air blast (ledakan udara). Semua ini dapat mengancam keselamatan pemukiman di sekitar area peledakan.
“Jangan bunuh kami dengan ledakan. Rencana ini akan memicu kerusakan dan dampak lingkungan yang besar,”tegas Irfan.
ke halaman selanjutnya …














