Buol, Framenews.id — Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo memimpin Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja PAUD) di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Buol, Jumat (8/8). Rakor ini menjadi langkah awal konsolidasi lintas sektor untuk penanganan PAUD secara holistik integratif yang juga berkaitan erat dengan upaya penurunan angka stunting.
Bupati menegaskan pentingnya pemetaan jumlah anak usia PAUD di seluruh desa dan kecamatan sebagai dasar revitalisasi. Ia mengaku prihatin dengan data terbaru dari Provinsi Sulawesi Tengah yang menunjukkan angka stunting di Buol justru meningkat.
“Dana intervensi besar, tapi hasilnya belum menurun. Kita harus cari permasalahannya. Kalau PAUD tertangani baik, stunting juga bisa ditekan,” tegasnya.
Bupati juga meminta percepatan penanganan di sisa tahun 2025 dengan contingency plan yang realistis dan target jelas.

Asisten III Setda Buol, Lani Irawati, menekankan bahwa keberhasilan PAUD holistik integratif membutuhkan sinergi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas P2KB-P3A, Pemerintah Desa, dan TP PKK.
Pemkab akan menggelar rapat lanjutan secara sektoral untuk merumuskan strategi penurunan stunting.
“Minimal Buol masuk tiga besar stunting terendah di Sulteng,” tegas Bupati.
Rakor ini turut dihadiri perwakilan lintas OPD dan lembaga terkait, di antaranya Zakia Mahmud, Moh. Rizal Naukoko, S.Si., Apt., M.Kes., Asmayudin Gontjing, S.Pi., Moh. Suyud, S.Sos., M.Si., Sumiati, Zubaeda Rasyid, Asruddin, S.T., Wahida, S.Kep., Ners., dan Isharyadi Baculu.
RED












