Buol

Plafon Ambruk di RSUD Mokoyurli, Direktur Sampaikan Permohonan Maaf dan Janji Evaluasi Total

×

Plafon Ambruk di RSUD Mokoyurli, Direktur Sampaikan Permohonan Maaf dan Janji Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Mokoyurli, dr. Maryati A. Ismail, MARS.

FrameNews.id, Buol – Insiden mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Kabupaten Buol, setelah plafon ruang perawatan mendadak ambruk pada Kamis (10/04/25) malam.

Peristiwa ini menyebabkan beberapa pasien terdampak, meskipun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Advertisement
Example 300x600
Scroll untuk lanjut membaca

Direktur RSUD Mokoyurli, dr Maryati secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pasien dan keluarga atas kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

“Kami sangat menyesalkan insiden ini dan meminta maaf kepada masyarakat. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian,”ujarnya, Senin pagi (14/04/25).

Diketahui, bagian plafon yang runtuh berada di salah satu ruang perawatan kelas II. Akibat insiden itu, beberapa pasien harus dievakuasi ke ruangan lain demi keselamatan.

Tim teknis telah diturunkan untuk melakukan investigasi awal dan perbaikan segera sedang dilakukan.

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Buol serta pihak-pihak terkait guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami,” tambah dr Maryati.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik, sementara proses evakuasi dan pemulihan fasilitas berlangsung. Pelayanan medis kepada pasien dipastikan tetap berjalan seperti biasa.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris RSUD Mokoyurli Buol, Sahroni Sakka menambahkan, adapun kronologis kejadian yakni
pada Kamis (10/04/2025) pukul 23.30 Wita, telah terjadi insiden ambuknya sebahagian plafon di Ruang Kelas III Perawatan Inap Melati UPT. RSUD Mokoyurli Buol. Adanya insiden tersebut dengan segera petugas dan Tim Manajemen  melakukan evakuasi terhadap pasien yang dirawat ke ruangan yang lebih aman.

“Bangunan ruang Melati tersebut dibangun sejak tahun 2015 dan diresmikan di tahun 2016.  Sampai saat ini memang belum dilakukan pemeliharan karena keterbatasan anggaran dan kondisi ruangan yang masih memadai, namun musibah kita tiak bisa prediksi kapan datangnya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, di tahun 2025 sudah direncanakan pembenahan beberapa ruang perawatan sesuai standar dan klasifikasi rumah sakit. 

” Kami akan segera lakukan perbaikan di beberapa ruang perawatan agar kejadian serupa tidak  terjadi lagi. Saya mewakili seluruh civitas  rumah sakit, memohon maaf atas ketidaknyamanan pasien dan keluarga akibat musibah yang terjadi,” pintanya.

Example 300x600
Example 300x600
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID