BuolEkonomi dan BisnisSulawesi Tengah

Petani Desa Talaki Terperangkap Jaringan Tengkulak, Kades Minta Intervensi Pemkab Buol

×

Petani Desa Talaki Terperangkap Jaringan Tengkulak, Kades Minta Intervensi Pemkab Buol

Sebarkan artikel ini
desa talaki
Kantor Desa Talaki, Kecamatan Paleleh

Keterikatan dengan tengkulak tersebut menurut Husen, membuat para petani di Desa Talaki terperangkap dalam situasi tak menguntungkan. Meskipun harga jagung di pasaran meningkat, para petani tetap harus menerima harga yang ditetapkan oleh tengkulak.

“Sebagai contoh, saat harga jagung mencapai Rp.3.000 per kilogram di pasaran, tengkulak masih membeli jagung dari para petani dengan harga lama, bahkan ketika harga jagung sudah mencapai Rp.5.000 per kilogram,”kata Husen.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

Kondisi ini terus berlanjut, membuat petani tetap terikat pada tengkulak. Mereka tidak memiliki kebebasan untuk menjual hasil panen ke tempat lain karena terikat pada hutang modal awal yang harus dibayarkan kepada tengkulak, meskipun harga jagung di pasaran meningkat selama masa panen.

Husen Is Mukmin menekankan perlunya intervensi pemerintah untuk memutus mata rantai penjajahan ekonomi yang merugikan para petani ini.

Sementara petani berharap adanya bantuan dari pemerintah, situasi terus memprihatinkan dengan ketidakmampuan mereka untuk bergerak mandiri dalam menjual hasil panen yang layak harganya. Mereka menghadapi keterpurukan ekonomi akibat permainan tengkulak yang terus mengendalikan nilai jual hasil pertanian mereka.

RIF

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID