Perasaan terjajah di tanah sendiri semakin menguat di kalangan warga yang menyayangkan sikap pihak terkait, termasuk pemerintah kabupaten Buol yang dianggap tidak memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka. Sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap masalah ini semakin menambah kekecewaan dan keputusasaan di kalangan masyarakat.
“Sudah tidak ada lagi yang bisa kami percayai. Semua terperangkap dalam kepentingan perusahaan. Tapi kami tidak akan menyerah. Kami akan berjuang sampai perusahaan itu angkat kaki dari sini,” ungkap salah seorang warga dengan penuh keputusasaan namun tekad yang kuat.
Baca Juga : PT RMP Akui Tidak Kantongi Izin Pengolahan Emas di Bodi
Namun, warga tidak menyerah begitu saja. Meskipun terperangkap dalam dinamika kekuasaan perusahaan, mereka bersikeras untuk terus berjuang. Semangat dan tekad mereka untuk memperjuangkan hak dan keadilan terus membara, dengan harapan PT RMP akan segera meninggalkan wilayah tersebut.
Situasi ini mencerminkan ketidakadilan yang dialami warga setempat, yang merasa kehilangan hak mereka atas sumber daya alam tanah kelahiran mereka sendiri. Perjuangan mereka merupakan suara yang menggema untuk menegaskan hak mereka atas tanah dan penghidupan yang telah lama mereka geluti.
TIM














