Framenews.id, Buol – Memprihatinkan, hal inilah yang bisa kita rasakan jika kita melihat langsung kondisi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar-Rahma yang terletak di Desa Tuinan Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol.
Bagaimana tidak, sebanyak 24 siswa kelas VII (Tujuh) MTs itu, harus bersesakan di ruangan kelas yang hanya berukuran 4×6 Meter. Hampir tak ada jarak lagi antara bangku dan kursi yang ditempati para siswa untuk menerima pelajaran di kelas itu.
Saat kita memasuki ruang kelas, kita akan langsung melihat dinding bagian depan yang masih setengah terbuka, yang ditutupi tembok hanya kurang lebih setinggi 1,5 meter, bagian atasnya masih terbuka, atap seng yang menaungi sekolah itu terlihat jelas dari dalam ruangan karena memang belum ada plafon di ruang kelas tersebut.
Kondisi yang memprihatinkan itu telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak sekolah itu didirikan pada tahun 2015.
Kepala Sekolah MTs Ar-Rahma Tuinan,
Syamsul, S.Pd.i menyatakan, pada tahun ini pihaknya sengaja membatasi kuota penerimaan murid baru, mengingat ruang kelas yang terbatas dan dikhawatirkan tidak mampu menampung seluruh murid yang mendaftar.
” Tahun ini kami harus membatasi siswa yang kami terima, karena ruangan kelasnya tidak akan cukup menampung jika jumlahnya sudah lebih dari 25 siswa,” terangnya, Senin (22/7/2024).
Syamsul menyatakan, pihaknya telah berkali-kali mengupayakan agar sekolah tersebut memperoleh bantuan dari Pemerintah Kabupaten, namun upaya tersebut belum menemui hasil yang diharapkan.
” Sudah berkali-kali saya mengajukan permohonan bantuan (ke Pemda) tapi belum ada hasilnya,” terang Syamsul.
Pernah ada bantuan pembangunan di sekolah tersebut dari Pemerintah Pusat, namun menurut Syamsul hanya tiga ruangan berukuran 6×6 meter yang bisa dibangun dengan anggaran yang terbatas.
“Alhamdulillah pernah ada bantuan dari pusat untuk pembangunan 3 ruang kelas dengan ukuran 6×6 meter, namun kami masih membutuhkan bantuan karena kondisi sekolah ini memang masih memprihatinkan,” terangnya.
Dirinya menyebut, total siswa di sekolah tersebut sebanyak 92 orang, dan guru yang mengajar sebanyak 10 orang guru. Syamsul menyatakan, selain Kepala Sekolah, dirinya juga merangkap sebagai guru yang mengajar di sekolah tersebut.
“Saya juga merangkap mengajar karena kekurangan guru,” ujarnya.
ALL








