Framenews.id, Palu – Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap nasib ribuan warga terdampak likuefaksi di Kabupaten Sigi yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius.
Dalam pertemuan resmi Komisi II DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah kabupaten/kota se-Sulteng di Kantor Gubernur, Rabu (07/05/25), Longki mendesak Pemkab Sigi agar segera mengambil langkah nyata.
“Jangan biarkan mereka terus menderita. Ini sudah enam tahun! Mereka hanya ingin kembali bertani, bukan meminta kemewahan,”tegas Longki, yang juga merupakan mantan Gubernur Sulawesi Tengah.
Ia mengungkapkan hasil serapannya selama reses, khususnya di Desa Sibalaya dan Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru. Di dua wilayah tersebut, lahan pertanian seluas total 275 hektare belum bisa dimanfaatkan akibat dampak likuefaksi sejak 2018 lalu.
Masyarakat, kata Longki, hanya meminta bantuan alat berat untuk meratakan lahan agar bisa kembali produktif.
“Mereka ingin tanam jagung, kacang tanah, dan pangan lainnya. Tapi lahannya masih berantakan, tidak bisa digarap,”ujarnya.
Longki menekankan, warga eks likuefaksi bukan hanya membutuhkan janji, melainkan aksi nyata. Ia secara langsung menyampaikan permintaan warga kepada Bupati Sigi, agar segera memfasilitasi bantuan alat berat dan pendampingan teknis.
“Ini soal hidup dan penghidupan. Jangan tunggu mereka menyerah,”tandas Longki.
Warga eks likuefaksi berharap pemerintah turun tangan agar tanah yang sempat ditinggalkan bisa kembali menjadi sumber nafkah. Mereka ingin bangkit dengan tangan sendiri asal diberi kesempatan.
50N






