Framenews.id, Buol – Puluhan tahun kerjasama antara petani pemilik lahan program plasma perkebunan sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dengan PT. Hardaya Inti Plantations (PT. HIP) menghadapi krisis serius.
Fatrisia Ain, koordinator FPPB, dalam rilisnya diterima Media ini, mengungkapkan lebih dari 4.934 orang yang terlibat dalam kemitraan meliputi luas lahan +6.746 hektar, kini mempertaruhkan masa depan mereka karena merasa terpinggirkan dalam pola kemitraan yang merugikan pemilik lahan.
Para petani ini, sebagian besar merupakan pemilik lahan kecil, menemui titik terendah dalam kerjasama jangka panjang. Para petani terjebak dalam utang yang melampaui Rp. 590 miliar, sementara tidak menerima bagi hasil yang seharusnya mereka terima sesuai dengan kesepakatan awal.
“Keputusan mendadak untuk menghentikan operasional kebun plasma telah diambil sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan yang mereka alami,”ungkap Fatrisia.
ke halaman selanjutnya














