Framenews.id, Tolitoli – Ratusan warga Dusun Mae, Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan, kesal dan marah. Dengan tegas dan lantang, mereka menyuarakan aspirasi penolakan terhadap aktivitas eksploitasi batu gajah di Sungai Dadakitan oleh PT. Akas.
“Sudah cukup, kami warga Dusun Mae meminta agar aktivitas pengambilan batu sungai yang katanya akan digunakan untuk pembangunan jalan tidak lagi dilanjutkan, warga cemas dampak abrasi akan merusak kawasan perkebunan, termasuk banjir yang bakal semakin parah,” ungkap Bahri-Kepala Dusun Mae, kepada media ini, Sabtu (18/11/2023).
Dijelaskan Bahri, sudah 4 hari alat berat milik PT Akas yakni excavator bekerja mengambil batu gajah di sungai, dan sebanyak kurang lebih 50 ret batu diangkut untuk kepentingan pembangunan jalan.
“Mereka ini sudah bekerja selama 4 hari dan 50 ret batu sudah diambil. Selain itu, tidak pernah ada pemberitahuan atau sosialisasi dari perusahaan terkait izin maupun kajian dampak lingkungan, main masuk-masuk saja,” sindirnya.
Terpisah, Mustakim warga Dusun Mae mempertanyakan keberadaaan ekskavator yang terparkir di halaman rumahnya.
“Saya tidak tahu kenapa tidak ada pemberitahuan dari PT Akas, tiba-tiba saja ada excavator parkir di halaman rumah saya, nyelonong begitu saja tidak ada izin atau setidaknya bicara dengan kami.
Sebelumnya, alat berat ini ada di sungai belakang rumah, tetapi setelah warga mengajukan protes, mereka langsung berhenti kerja, sekarang malah seenaknya parkir di depan rumah saya,” tuturnya kesal.
ke halaman selanjutnya …














