Untuk diketahui, beberapa hari lalu warga Desa Dadakitan sempat melakukan aksi unjuk rasa atau protes dan berencana untuk mendatangi wakil mereka di gedung DPRD Tolitoli, namun niat itu urung dilakukan lantaran hampir semua anggota DPRD terhormat sedang tidak berada di tempat. Namun, Rabu (22/11/2023), rencananya warga akan kembali mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan eksploitasi batu di Sungai Dadakitan.
Tegas menyikapi persoalan ini, Ketua LSM Bumi Bhakti Ahmad Pombang meminta agar pemerintah daerah tidak tinggal diam mendengar aspirasi warganya. Persoalan ini bukan terkait kepentingan pembangunan infrastruktur jalan, tetapi ada yang hal yang lebih urgen, yakni dampak kerusakan lingkungan.
“Jika terjadi abrasi dan banjir yang merasakan adalah warga Desa Dadakitan, sementara PT. Akas sendiri jika pekerjaan selesai maka mereka segera meninggalkan daerah ini, tinggallah masyarakat terdampak. Pemerintah daerah harus peduli, jangan tutup mata, lihat kondisi di lapangan jangan hanya di meja saja,” kritiknya.
Sementara itu, upaya media ini untuk melakukan konfirmasi ke PT Akas belum membuahkan hasil. Petugas yang bertanggungjawab dalam kegiatan eksploitasi batu gajah di Sungai Dadakitan tidak berhasil ditemui.
ARI














