Buol

Transparansi Diperkuat, Bupati Buol Kerek Anggaran Kemitraan Media di Forum Coffee Morning

×

Transparansi Diperkuat, Bupati Buol Kerek Anggaran Kemitraan Media di Forum Coffee Morning

Sebarkan artikel ini

Buol, Framenews.id — Anggaran Kemitraan Media di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, dikerek hingga Rp 2 juta per bulan pada tahun 2026, naik signifikan dari sebelumnya Rp 1,2 juta.

Peningkatan ini diumumkan langsung oleh Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, dalam kegiatan Coffee Morning dan Diskusi Kemitraan Media yang berlangsung Minggu (30/11/2025) di halaman Yayasan Berkah Bina Mandiri (YBBM) Bambu Kuning, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

Diskusi terbuka yang digelar Diskominfostandi bersama Bagian Prokopim ini mempertemukan pemerintah daerah dengan insan media dalam suasana yang cukup cair, namun pesan yang muncul jelas, pemerintah membutuhkan media yang lebih profesional, dan media membutuhkan pemerintah yang lebih terbuka.

Hadir dalam kegiatan ini Inspektur Inspektorat Kabupaten Buol, Wahida, Kadis Kominfostandi, Ikhlasiani Tonggil, Kadis Pertanian, Usman Hasan, Kaban Penda, Lany Irawati, Kadis Lingkungan Hidup, Syarif Badalu, Kadis Sosial, Asmayudi Gontjeng, Plt Kadis BPMD, Wahyu Budhysetia, serta para kabid Diskominfostandi Buol.

Di hadapan para jurnalis, Bupati Buol menyampaikan sikap tegas namun terbuka.

Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak pernah menutup pintu terhadap kritik, tetapi mengingatkan bahwa kritik harus berlandaskan fakta dan keseimbangan informasi.

“Kami tidak alergi dikritik. Tapi kritik itu harus objektif, berimbang, dan datanya valid. Saya ingin para kepala OPD terbuka kepada sahabat media, memberikan keterangan apa adanya, bukan ditutup-tutupi. Kita ingin membangun daerah ini bersama, bukan saling mencurigai,” ujar Bupati dengan nada tegas.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa peningkatan anggaran kemitraan media bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas komunikasi publik.

“Mulai 2026, anggaran kemitraan naik dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 2 juta per bulan. Ini bentuk penghargaan terhadap kerja jurnalistik serta dorongan agar informasi pembangunan disampaikan dengan lebih profesional,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kominfostandi, Ikhlasiani Tonggil, menyampaikan pesan yang tak kalah kuat.

Menurutnya, media memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi masyarakat tentang pembangunan. Karena itu, hubungan pemerintah dan media tidak bisa dipandang sebagai hubungan transaksional, tetapi hubungan strategis yang menentukan arah opini publik.

“Cita-cita Buol Hebat tidak mungkin dicapai hanya dari satu sisi. Media membawa perspektif yang bisa memperkuat atau justru melemahkan optimisme publik. Karena itu, sinergi ini harus dijaga,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah kepala OPD tak segan mengungkapkan “curhat” mereka mengenai dinamika pemberitaan di daerah.

Keluhan umumnya mengarah pada pemberitaan yang kerap muncul tanpa konfirmasi, yang menurut mereka berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik bahkan memicu fitnah.

Para kadis meminta media lebih mengedepankan verifikasi sebagai standar profesionalitas untuk mencegah lahirnya informasi liar yang bisa berkembang menjadi hoaks.

Suasana diskusi yang terbuka ini menunjukkan adanya kebutuhan bersama, pemerintah ingin media menjadi jembatan informasi yang adil dan bertanggung jawab, sementara media menginginkan pemerintah yang transparan dan responsif terhadap pertanyaan publik.

Coffee Morning ini pun menjadi ruang penting untuk memperkuat posisi Buol dalam membangun tata kelola informasi yang lebih jujur, cepat, akurat, dan bebas dari kepentingan terselubung.

Jika ritme komunikasi seperti ini terjaga, maka peningkatan anggaran kemitraan bukan hanya angka, tetapi pondasi untuk memperbaiki ekosistem informasi di Kabupaten Buol.

[ RED | Framenews.id ]

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID