Buol

Suasana Haru Warnai Upacara Hari Pahlawan di Lapas Leok-Buol

×

Suasana Haru Warnai Upacara Hari Pahlawan di Lapas Leok-Buol

Sebarkan artikel ini

Buol, Framenews.id – Mentari pagi menembus lembut sela-sela pagar besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Leok – Buol, Senin (10/11/2025).

Di tengah udara segar yang mulai menghangat, derap langkah para petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terdengar serempak, menandai dimulainya upacara bendera memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025.

Advertisement
Example 300x600
Scroll untuk lanjut membaca

Dengan mengenakan seragam rapi, para WBP berdiri tegap berdampingan dengan para pegawai Lapas. Tidak ada sekat. Di momen ini, semua berdiri dalam satu barisan, menyatu dalam semangat menghormati jasa para pahlawan bangsa.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA itu berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Akhmad Bashiruddin, Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Leok mewakili Kalapas Kelas III Leok, membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia yang berisi pesan mendalam: meneladani semangat juang para pahlawan dan menjadikannya teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Para pahlawan telah memberikan segalanya untuk bangsa ini. Kini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka, meski dengan cara yang sederhana—dengan bekerja ikhlas, jujur, dan bertanggung jawab,” ucap Akhmad Bashiruddin dalam amanatnya mengutip amanat Menteri Sosial RI

Tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” terasa hidup di lapangan Lapas pagi itu. Ketika lagu kebangsaan dikumandangkan dan bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, sejumlah WBP tampak menunduk haru. Sebagian bahkan mengusap mata, mengenang masa lalu dan bertekad memperbaiki diri.

Salah satu WBP yang enggan disebut namanya mengaku, upacara Hari Pahlawan menjadi momen refleksi baginya.

“Kami juga ingin berjuang, bukan di medan perang, tapi berjuang memperbaiki hidup kami sendiri. Di sini, kami belajar arti perjuangan yang sesungguhnya,” tuturnya lirih.

Rangkaian upacara ditutup dengan mengheningkan cipta bersama dan pembacaan pesan-pesan pahlawan bangsa. Tak ada gemuruh tepuk tangan, hanya suasana hening dan khusyuk yang menyelimuti lapangan.

Kepala Lapas Kelas III Leok, Achmad Adrian, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran dan warga binaan atas kekhidmatan pelaksanaan kegiatan.

“Semangat kepahlawanan tidak hanya dimaknai sebagai sejarah, tetapi juga sebagai dorongan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Kami ingin nilai itu hidup di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya.

Upacara Hari Pahlawan di Lapas Leok tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi ruang renungan — bahwa di balik tembok tinggi dan jeruji besi, semangat juang dan cinta tanah air tetap menyala dalam hati setiap insan.

[ */RED | Framenews.id ]

Example 300x600
Example 300x600
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID