Buol, Framenews.id — Karnaval #BuolHebat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-26 Kabupaten Buol berlangsung meriah dan penuh warna. Ribuan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam ajang “Karnaval Panggung Kesetaraan”, yang menampilkan kekayaan seni budaya lintas suku, agama, dan adat di Tanah Pogogul.
Sejak siang, ribuan warga sudah memadati sepanjang jalur utama Kota Buol. Suara musik tradisional berpadu dengan semarak tabuhan rebana, pukulan kulintang, dan lantunan lagu daerah mengiringi iring-iringan peserta yang mengenakan kostum etnik warna-warni. Dari kostum khas Buol, Bali, Jawa hingga Kuda Lumping khas Jawa Timur, semua tampil memukau dan menyatu dalam semangat kebersamaan.

Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, didampingi Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto, Sekretaris Daerah Dadang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Moh. Kasim, serta sejumlah kepala OPD, secara resmi melepas peserta karnaval di pusat kota Buol, Jumat (10/10/2025).
Bupati Buol, H.Risharyudi Triwibowo menegaskan pentingnya menjaga kultur pluralisme dan keharmonisan antarsuku, agama, dan ras di Kabupaten Buol.
“Kultur pluralisme harus hidup harmonis di Tanah Pogogul. Dari perbedaan itulah lahir kekuatan besar. Kita harus berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam bertindak. Semua suku, agama, dan ras yang sudah menjadi rakyat Buol harus mendapatkan tempat yang setara,” ujar Bupati yang akrab disapa Bowo.

Bowo juga menekankan, tidak boleh ada ruang bagi diskriminasi di daerah ini. Semua elemen masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan, hidup berdampingan secara damai, serta memperkuat tali persaudaraan.
“Di Tanah Pogogul ini tidak boleh ada diskriminasi terhadap golongan mana pun. Kita harus menciptakan rasa persaudaraan dan harmoni antar sesama,” tegasnya.
Bowo menuturkan bahwa karnaval bukan sekadar ajang hiburan, melainkan panggung pemersatu yang menampilkan keragaman budaya lokal dan nusantara yang hidup di Kabupaten Buol.

“Panggung karnaval ini harus menjadi wadah pemersatu, memamerkan budaya yang tumbuh di daerah kita. Perkenalkan kepada seluruh Nusantara bahwa di Kabupaten Buol, kita hidup saling mencintai dan mengasihi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUTDA ke-26 Kabupaten Buol, Lisa Monalisa, menyampaikan bahwa karnaval ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan besar yang bertujuan memperkuat identitas daerah dan mempererat persaudaraan antarwarga.
“Kami ingin menghadirkan sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna. Karnaval ini menggambarkan wajah Buol yang damai, inklusif, dan berdaya. Semua lapisan masyarakat berpartisipasi — mulai dari pelajar, komunitas seni, organisasi perempuan, hingga aparat pemerintah,” ujar Lisa.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang luar biasa dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Antusias masyarakat luar biasa. Semangat gotong royong dan kebersamaan ini menjadi bukti bahwa Buol adalah rumah bagi semua,” tambahnya.
Rangkaian karnaval berlangsung semarak hingga malam hari, ditutup dengan atraksi seni budaya daerah dan penampilan musik kolaboratif dari berbagai sanggar seni. Sorak penonton dan tepukan tangan meriah mengiringi setiap penampilan, menegaskan bahwa Buol benar-benar hidup dalam semangat keberagaman dan kesetaraan.
(RED | Framenews.id)
–








