Sulawesi Tengah

RRI Buol Angkat Isu Etika Pergaulan Publik dan Digital dalam Program “KITA INDONESIA” Jilid 2

×

RRI Buol Angkat Isu Etika Pergaulan Publik dan Digital dalam Program “KITA INDONESIA” Jilid 2

Sebarkan artikel ini

Buol, Framenews.id – Lembaga Penyiaran Publik RRI Tolitoli melalui studio mini RRI Buol kembali melaksanakan dialog “KITA INDONESIA” Jilid 2 dengan tema Merawat Etika Pergaulan di Ruang Publik dan Digital, Sabtu pagi (6/12/2025).

Dialog menghadirkan Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, tokoh agama milenial Ustadz Mohammad Agustiawan, serta tenaga pendidik sekaligus konten kreator Hardianti K. Mangge. Acara dipandu penyiar RRI, Wiwin dan Setiadi.

Kepala LPP RRI Tolitoli, Agus, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada generasi muda di era digital.

“Etika tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Generasi muda harus memahami sopan santun dalam segala aktivitas,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Tolitoli, dan terus didorong sebagai ruang edukasi publik.

“Kami berharap dialog ini memperkuat pemahaman anak muda agar lebih bijak memanfaatkan teknologi dan media sosial,” tambahnya.

Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto menekankan, pentingnya literasi etika digital di tengah kemajuan teknologi.

“Pemanfaatan teknologi harus disertai kesadaran batas-batas etika. Ruang publik dan digital tetap membutuhkan sopan santun dan tanggung jawab,” tegasnya.

Tokoh agama, Ustadz Mohammad Agustiawan, mendukung penguatan akhlak dalam berinteraksi di ruang publik.

“Setiap ucapan adalah cerminan akhlak. Jagalah etika dan hormati orang lain meski hanya melalui layar,” katanya.

Tenaga pendidik sekaligus konten kreator, Hardianti K. Mangge mengingatkan, besarnya pengaruh teknologi terhadap perilaku sosial generasi muda.

“Pendidik harus hadir memberikan pemahaman agar anak muda tidak salah memanfaatkan ruang digital,” ujarnya.

Ia menegaskan, pentingnya menjaga tata krama agar pergaulan tidak melewati batas.

REDBuol, Framenews.id – Lembaga Penyiaran Publik RRI Tolitoli melalui studio mini RRI Buol kembali melaksanakan dialog “KITA INDONESIA” Jilid 2 dengan tema Merawat Etika Pergaulan di Ruang Publik dan Digital, Sabtu pagi (6/12/2025).

Dialog menghadirkan Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, tokoh agama milenial Ustadz Mohammad Agustiawan, serta tenaga pendidik sekaligus konten kreator Hardianti K. Mangge. Acara dipandu penyiar RRI, Wiwin dan Setiadi.

Kepala LPP RRI Tolitoli, Agus, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada generasi muda di era digital.

“Etika tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Generasi muda harus memahami sopan santun dalam segala aktivitas,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Tolitoli, dan terus didorong sebagai ruang edukasi publik.

“Kami berharap dialog ini memperkuat pemahaman anak muda agar lebih bijak memanfaatkan teknologi dan media sosial,” tambahnya.

Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto menekankan, pentingnya literasi etika digital di tengah kemajuan teknologi.

“Pemanfaatan teknologi harus disertai kesadaran batas-batas etika. Ruang publik dan digital tetap membutuhkan sopan santun dan tanggung jawab,” tegasnya.

Tokoh agama, Ustadz Mohammad Agustiawan, mendukung penguatan akhlak dalam berinteraksi di ruang publik.

“Setiap ucapan adalah cerminan akhlak. Jagalah etika dan hormati orang lain meski hanya melalui layar,” katanya.

Tenaga pendidik sekaligus konten kreator, Hardianti K. Mangge mengingatkan, besarnya pengaruh teknologi terhadap perilaku sosial generasi muda.

“Pendidik harus hadir memberikan pemahaman agar anak muda tidak salah memanfaatkan ruang digital,” ujarnya.

Ia menegaskan, pentingnya menjaga tata krama agar pergaulan tidak melewati batas.

RED

error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID