Anita menyatakan, usulan dari pihak sekolah tidak serta merta diakomodir oleh Dinas, pihaknya tetap melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran bagi siswa siswi yang kurang mampu.
” Data yang berasal dari sekolah-sekolah diverifikasi langsung oleh tim ke rumah masing-masing, bukan hanya di atas meja kita memilih, tetapi tim kami dari peserta didik itu turun ke rumah masing- masing untuk melihat, untuk menilai tingkat kelayakan. Apakah memang layak anak ini dikatakan kurang mampu atau tidak. Ini kami lakukan agar ini tepat sasaran,” terangnya.
Bentuk bantuan siswa kurang mampu tersebut antara lain pakaian seragam dan olah raga, topi, sepatu dan kaos kaki, alat tulis berupa buku dan pulpen serta bantuan dana yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing siswa sebesar Rp 300 ribu.
Sementara total anggaran bantuan siswa kurang mampu tersebut masing-masing Pengadaan Perlengkapan Siswa SD sebesarr Rp 1.496.164.000 dan untuk Pengadaan Perlengkapan Siswa SMP sebesar Rp 900.417.000.
ALL














