FrameNews.Id, Palu – Sebagai upaya strategis menjadikan Pelabuhan Pantoloan sebagai pintu gerbang ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan mempercepat jalur protokol ekspor ke negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan jalin kerjasama dengan perusahaan pelayaran global PT SITC Container Line serta PT Matrix.
Tindaklanjut kerjasama itu dibuktikan dengan kedatangan perwakilan
PT SITC Container Line serta PT Matrix di PT. Pelindo TPK Pantoloan, Senin (10/03/2025) di ruangan Teluk Palu.
Kehadiran dua perwakilan perusahaan pelayaran global tersebut diterima oleh Terminal Head Petikemas Pantoloan, Chaerur Rijal beserta beberapa pejabat struktural PT Pelindo TPK Pantoloan
Dalam pertemuan yang penuh dengan keakrabatan tersebut, PT SITC Indonesia salah satu pelayaran internasional diwakili oleh Country Manager, Majah Andriansyah Dalimunthe dan Manager Of Marketing and Commercial Department, Mr. Matrix Zhang.
Pada kesempatan itu, keduanya mengutarakan rencana PT SITC Indonesia akan melakukan uji coba rute baru Direct Call Ekspor Komoditi unggulan dari Provinsi Sulawesi Tengah dengan tujuan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Hal itu disambut baik oleh Terminal Head Chaerur Rijal, melihat kedudukan Pelabuhan Pantoloan yang merupakan pintu gerbang ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah.
Terminal Head PT Pelindo TPK Pantoloan Chaerur Rijal menjelaskan kepada perwakilan PT SITC Indonesia terkait dengan sarana dan prasarana serta kesiapan alat yang di miliki oleh Pelindo Terminal Petikemas Pantoloan, sebagai satu-satunya operator Pelabuhan di Kota Palu.
Chaerur Rijal
yang didampingi Manager Teknik Arham Muhazzaf dan Manager Operasi Aris juga menjelaskan terkait dengan proses bisnis dan kinerja operasional TPK Pantoloan.
” Langkah yang diambil oleh Manajemen PT SITC Indonesia merupakan upaya strategis Pelindo TPK Pantoloan dalam ikut serta mendukung program Pemerintah dalam mempercepat jalur protokol ekspor serta memangkas waktu logistik pengiriman komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Tengah, seperti durian dan kelapa,” beber Chaerur Rijal.
Menurutnya, kunjungan ini menandai tonggak penting dalam upaya meningkatkan konektivitas perdagangan internasional Sulawesi Tengah.
“Dengan adanya layanan Direct Call ini, diharapkan para eksportir lokal dapat mengirimkan produk mereka langsung ke pasar Tiongkok tanpa melalui pelabuhan transit, sehingga mengurangi biaya dan waktu pengiriman secara signifikan, ” sebutnya.
Dia memaparkan, layanan rute baru ini akan mempercepat proses ekspor komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Tengah, seperti durian dan kelapa, yang memiliki potensi pasar besar di Tiongkok.
Pelindo kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk ekspor daerah.
“Rencana uji coba rute baru ini juga diharapkan dapat menarik minat eksportir lain untuk memanfaatkan Pelabuhan TPK Pantoloan sebagai pintu gerbang ekspor produk mereka dan aktivitas perdagangan di pelabuhan ini akan semakin meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian daerah,” jelasnya.
Dia berharap, dengan adanya layanan direct call ini, produk-produk unggulan Sulawesi Tengah dapat lebih kompetitif di pasar internasional, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani dan pelaku usaha
PT Pelindo Terminal Petikemas adalah salah satu operator terminal petikemas terbesar di Indonesia yang memiliki peranan sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui standarisasi dan jaringan yang berintegrasi antar terminal. (RAS/*)












