BuolJakarta

Melirik Keseriusan Bupati Triwibowo dalam Percepatan Ekonomi Buol

×

Melirik Keseriusan Bupati Triwibowo dalam Percepatan Ekonomi Buol

Sebarkan artikel ini

Laporan : Syarif M Joesoef

Framenews.id, Jakarta – Kabupaten Buol, yang terletak di Sulawesi Tengah, memang tidak sepopuler kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun, keberanian dan tekad Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, untuk mendorong perubahan ekonomi daerahnya patut mendapat perhatian lebih.

Langkahnya, yang kini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, membuka harapan besar bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat Buol, yang hingga kini masih menghadapi tantangan kemiskinan yang cukup tinggi.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

Pada Rabu (9/4/2025) kemarin, Bupati Buol berkesempatan untuk berdialog langsung dengan, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko , di kantor BP Taskin, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Budiman menegaskan komitmennya untuk menjadikan Buol sebagai pilot project percepatan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.

“Buol akan menjadi model bagi daerah lain di Sulteng dalam percepatan pertumbuhan ekonomi, dengan fokus pada sektor pertanian, pendidikan, dan digitalisasi desa,” kata Budiman.

Ini bukan sekadar janji manis, tetapi langkah konkret yang bisa membawa perubahan signifikan, bukan hanya untuk Buol, tetapi juga bagi wilayah lainnya di Sulawesi Tengah.

Bupati Buol, dalam audiensi tersebut, menyampaikan bahwa sekitar 13% dari total 152 ribu penduduk Buol masih berada dalam kondisi miskin.

Meski demikian, ia optimis bahwa dengan dukungan penuh dari berbagai kementerian terkait, Buol bisa keluar dari jerat kemiskinan. Dengan program-program yang dirancang secara terintegrasi, Buol bisa meraih kemajuan signifikan.

“Dengan adanya program terpadu ini, kami harap dapat mengentaskan kemiskinan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Buol,”ujar Bupati Triwibowo.

Bupati, menegaskan keseriusannya dalam mewujudkan perubahan tersebut. Salah satu program kunci yang dibahas adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurut Menteri Budiman, akan segera diterapkan serentak di 108 desa yang ada di Buol.

Program ini bukan hanya untuk memberikan bantuan langsung, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sebuah langkah fundamental dalam mengurangi angka kemiskinan.

“Langkah pertama adalah memastikan program makan bergizi gratis segera terwujud. Setelah itu, kita akan bergerak cepat di sektor lainnya untuk mendorong kemajuan ekonomi Buol,”jelas Budiman.

Namun, yang lebih menarik dari seluruh pemaparan ini adalah bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid.

Dengan keterlibatan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan, serta Kementerian Pertambangan, Buol dapat mengoptimalkan potensi sektor-sektor tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini akan membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mandiri dan berdaya saing.

Dirinya memastikan, pihaknya akan berproses agar semua data sudah dikumpulkan dan MoU bisa segera ditandatangani untuk memulai langkah konkret dalam waktu cepat.

Dari sudut pandang pemerintahan daerah, Bupati Buol telah menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan pragmatis.

Ia memahami bahwa kemiskinan tidak hanya diatasi dengan bantuan sosial jangka pendek, tetapi dengan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah cepat dan koordinasi yang solid, Buol berpeluang besar untuk menjadi contoh sukses dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta kejelasan program yang akan dijalankan, Buol tidak hanya berpotensi mengubah nasib warganya, tetapi juga bisa menjadi contoh model pembangunan daerah yang sukses dan terintegrasi.

Semoga niat baik ini terwujud dalam waktu yang tidak lama, membawa Buol menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.**

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID