PaluSulawesi Tengah

Media di Indonesia Belum Fokus pada Tradisi Energi Baru Terbarukan

×

Media di Indonesia Belum Fokus pada Tradisi Energi Baru Terbarukan

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, kebutuhan listrik di Indonesia diperkirakan akan mencapai 1.885 Tera Watt Hour (TWH) pada tahun 2060, lebih dari 6 kali lipat dari konsumsi listrik pada tahun 2021 yang mencapai 255,1 TWH.

Pemerintah terus berupaya mempercepat program penambahan pembangkit listrik baru. Dengan target pembangunan pembangkit listrik hingga kapasitas 41 ribu Megawatt pada tahun 2030, pemerintah menekankan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) guna mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

Namun, dalam fokus pengembangan teknologi EBT, masih terdapat tantangan terkait pendanaan dan harga jualnya. Contohnya, biaya penerapan teknologi panel surya dan teknologi solid state battery storage yang masih tinggi. Menurut analisa PLN, biaya solar panel mencapai US$4 sen/KWH dan harga baterai mencapai US$13 sen/KWH, sehingga harga perangkat PLTS bersama teknologi baterai dapat mencapai US$17 – 18 sen/KWH.

Tantangan ini menjadi perhatian utama dalam mewujudkan transisi energi yang efisien dan terjangkau di Indonesia.

Melalui festival media ini, harapannya kesadaran dan perhatian terhadap isu transisi energi dapat semakin meningkat di kalangan masyarakat dan juga di lingkungan media.

ALL

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID