Framenews.id, Buol – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo melakukan kunjungan ke Istana Raja Buol, Rabu (26/3/2025) malam.
” Saya sebagai anak adat, bawa diri menghadap orang tua. Yang pertama silaturahim, yang ke dua saya juga melaporkan kepada bapak Raja tentang pekerjaan kami sejak tiba di Buol sampai hari ini sudah 21 hari (dipotong hari libur dan tanggal merah). Sehingga melaporkan dan memohon kepada beliau untuk membantu untuk sama-sama sukseskan program 100 hari kerja yaitu rembuk budaya,” ujar Bupati usai pertemuan.
Menurut Bowo (sapaan akrab Risharyudi) pertemuan dengan Raja Buol, membahas beberapa hal diantaranya terkait penguatan kelembagaan Kerajaan melalui rembuk budaya yang akan digelar dalam waktu dekat.
” Insya Allah rembuk budaya nanti akan menghasilkan beberapa rekomendasi yang Insya Allah oleh bapak Raja disetujui. Yang pertama adalah penguatan kelembagaan kerajaan yang di dalamnya termasuk adalah pemerintah daerah akan memberikan mandatori finansial kepada kerajaan dan ini Insya Allah ini akan kita kunci selama 25 tahun,” terang Bowo.
” Yang kedua rekomendasi dari rembuk budaya ini adalah penguatan kelembagaan adat istiadat buol yang kita harapkan adat istiadat buol bisa naik dan betul-betul menjadi tuan di negerinya sendiri,” lanjutnya.
Dirinya juga berharap, rembuk budaya akan melahirkan rekomendasi terkait Peradilan Adat, dimana kasus- kasus tindak pidana ringan (tipiring) yang terjadi di masyarakat dapat diproses melalui peradilan adat.
” Yang ketiga Insya Allah menghasilkan rekomendasi yaitu peradilan adat, supaya kasus-kasus tipiring yang kebanyakan warga kita alami jangan diproses secara hukum verbal atau hukum nasional tapi bisa masuk ke peradilan adat,” kata Bowo.
Dirinya juga menaruh harapan besar agar bahasa daerah Buol masuk dalam kurikulum pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buol.
” Terakhir, nanti juga akan bicara penguatan literasi adat yang Insya Allah kewenangan kabupaten yaitu SD, SMP. Kita mau muatan lokal bahasa Buol itu masuk di kurikulum muatan lokal SD dan SMP.,” terangnya.
Melalui Rembuk Budaya, dirinya juga menginginkan terbentuknya Dewan Kesenian Buol sebagai salah satu wadah pelestari adat dan budaya di daerah tersebut.
“Jika bapak Raja menyetujui, akan muncul dewan kesenian adat buol dan itu semua mandatori ya, akan dibiayai Pemerintah Pusat,” kata Bowo.
Kepada wartawan, Raja Buol, Moh Syafri Turungku menyatakan dukungannya terhadap seluruh program Bupati dan Wakil Bupati Buol yang pro terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
“Saya sebagai raja Buol, sepenuhnya mendukung apa yang menjadi program beliau untuk masyarakat Buol, Insya Allah Buol akan lebih hebat kedepan,” ujar Raja.
RED








