BuolSulawesi Tengah

Ketua TP PKK Buol Tegaskan Tidak Pernah Meminta Pulsa, Waspada Penipuan Catut Nama Pejabat

×

Ketua TP PKK Buol Tegaskan Tidak Pernah Meminta Pulsa, Waspada Penipuan Catut Nama Pejabat

Sebarkan artikel ini

Buol, Framenews.id — Aksi dugaan penipuan yang mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kabupaten Buol. Kali ini, identitas istri Bupati Buol yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buol, Shinta Andriani Ningsih, digunakan oleh oknum tidak dikenal untuk meminta pulsa melalui pesan WhatsApp.

Modus tersebut dilakukan dengan menggunakan nomor +62 838 3697 1269, yang kemudian menghubungi sejumlah orang dan berpura-pura menanyakan tempat pembelian pulsa. Setelah pesan dibalas, pelaku diduga langsung meminta bantuan berupa pengisian pulsa ke nomor tersebut.

Menanggapi hal ini, Shinta Andriani Ningsih memberikan klarifikasi resmi melalui kanal Pemerintah Kabupaten Buol. Dalam pernyataannya, Minggu (7/12/2025), ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta pulsa maupun uang melalui WhatsApp ataupun media sosial lainnya.

“Mari lebih berhati-hati, cek dan pastikan setiap informasi yang diterima dari nomor yang tidak dikenal. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera abaikan, blokir, dan laporkan,” ujarnya mengingatkan.

Shinta menyampaikan bahwa tindakan mencatut nama pejabat demi memperoleh keuntungan pribadi tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum agar segera ditindaklanjuti.

Ia juga berpesan agar masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, serta tidak mudah terpengaruh oleh permintaan atau tawaran mencurigakan dari pihak yang tidak dikenal.

REDBuol, Framenews.id — Aksi dugaan penipuan yang mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kabupaten Buol. Kali ini, identitas istri Bupati Buol yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buol, Shinta Andriani Ningsih, digunakan oleh oknum tidak dikenal untuk meminta pulsa melalui pesan WhatsApp.

Modus tersebut dilakukan dengan menggunakan nomor +62 838 3697 1269, yang kemudian menghubungi sejumlah orang dan berpura-pura menanyakan tempat pembelian pulsa. Setelah pesan dibalas, pelaku diduga langsung meminta bantuan berupa pengisian pulsa ke nomor tersebut.

Menanggapi hal ini, Shinta Andriani Ningsih memberikan klarifikasi resmi melalui kanal Pemerintah Kabupaten Buol. Dalam pernyataannya, Minggu (7/12/2025), ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta pulsa maupun uang melalui WhatsApp ataupun media sosial lainnya.

“Mari lebih berhati-hati, cek dan pastikan setiap informasi yang diterima dari nomor yang tidak dikenal. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera abaikan, blokir, dan laporkan,” ujarnya mengingatkan.

Shinta menyampaikan bahwa tindakan mencatut nama pejabat demi memperoleh keuntungan pribadi tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum agar segera ditindaklanjuti.

Ia juga berpesan agar masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, serta tidak mudah terpengaruh oleh permintaan atau tawaran mencurigakan dari pihak yang tidak dikenal.

RED

error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID