Framenews, id, Poso – Misteri terkait tewasnya pasangan suami (pasutri) di kebun Desa Watuawu Kecamatan Lage, Kabupaten Poso mulai menemui titik terang.
Kapolres Poso AKBP Arthur Sameaputy menjelaskan, dugaan sementara motif yang menyebabkan tewasnya E.Tawongko (44) dan D. Tondo (42) yang diketahui merupakan warga Desa Watuawu tersebut.
” Dugaan sementara berdasarkan alat bukti dan keterangan beberapa saksi, motif terjadinya pembunuhan adalah rasa cemburu suami kepada istri. Terang Kapolres, Selasa (18/6/2024) malam.

Arthur Sameaputy menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari anak-anak korban dan keluarga lain, serta tetangga bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pasutri tersebut sering terlibat cekcok dan adu mulut. Pertengkaran pasutri tersebut diduga akibat hadirnya orang ketiga yang sering menghubungi sang istri. Setelah melakukan aksinya, sang suami mengakhiri hidupnya.
“Petunjuk ini kami peroleh dari alat bukti di TKP, keterangan saksi2,-saksi serta hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan VER tubuh kedua korban di RSUD Poso,” Jelas Kapolres Poso.

Dijelaskannya, penyidik masih mendalami keterangan dan bukti lain nya untuk dapat memastikan dengan tepat asal muasal dan penyebab terjadinya kejadian tersebut, tutup Arthur Sameaputy, kepada jurnalis media ini.
Diberitakan sebelumnya, Pasutri yang ditemukan tewas di kebun sendiri pada (15/6/2024) sabtu, di Desa Watuawu, Kecamatan Lage kabupaten Poso Sulawesi Tengah, yang Jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari perkampungan dengan berjalan kaki, dan menyeberangi sungai Poso, telah dikebumikan oleh rumpun keluarga, warga desa Watuawu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) pada (17-6/2024) Senin, Pagi.
Ibadah pelepasan dan pemakaman dipimpin langsung Pendeta Jemaat Bukit Karmel Watuawu, Pdt. Alta Wunto, STh.
50N








