Buol, Framenews.id — Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo memulai langkah besar di awal pemerintahannya dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Buol Hebat di Desa Momunu, Kecamatan Momunu, Kamis (7/8/2025). Pembangunan ini menjadi bagian dari realisasi program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Buol.
Acara ini dihadiri Kepala BBPVP Makassar Dr. La Ode Haji Polondu, S.Pd., M.Pd., Kepala LPK SHIN-Makassar Alimin Badabi, Kepala Satpel Pendidikan dan Vokasi Palu Arfiani, S.Pd., M.AP., Kepala Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Arnold Firdaus, MT, jajaran Forkopimda, pejabat OPD, camat, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Buol.
Kepala BBPVP Makassar, Dr. La Ode Haji Polondu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran BLK Buol Hebat merupakan wujud kepedulian terhadap generasi muda Buol.
“BLK ini akan mencetak tenaga terampil, kompeten, dan bersertifikat. Ini adalah senyum dan harapan bagi generasi muda untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Buol telah menerima 5 paket pelatihan dari BBPVP melalui APBN yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan daerah.
“Apa yang dilakukan Bupati Buol adalah lompatan besar dan bentuk keikhlasan dalam melayani masyarakat,” imbuhnya.
Bupati Risharyudi menegaskan, pembangunan BLK Buol Hebat bertujuan menyiapkan SDM lokal yang siap bersaing di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.
“Ini bukti nyata bahwa program 100 hari kerja bukan sekadar janji. Kami ingin menciptakan tenaga kerja ahli, kompeten, dan bersertifikat dari Kabupaten Buol,” tegasnya.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Buol, Darsad, dalam laporannya menjelaskan bahwa BLK dibangun di lahan seluas 6,1 hektar yang sudah bersertifikat, memanfaatkan eks bangunan penyuluh pertanian.
Proyek ini mendapat dukungan anggaran dari berbagai pihak:
Dinas PUPR: Rp 1,5 miliar untuk rehabilitasi, pembangunan jalan, dan pembersihan lahan.
Disperkim: Rp 325 juta untuk sertifikat dan pemasangan lampu solar cell.
Dinas Nakertrans: Rp 1,5 miliar untuk fasilitas pelatihan dan peralatan.
Saat ini, dua program pelatihan telah dibuka, yakni Bahasa dan Adab Jepang (8 peserta terdaftar) dan Operator Alat Berat.
Pemerintah Kabupaten Buol optimistis BLK Buol Hebat akan menjadi pusat pengembangan SDM unggul yang siap bersaing di dunia kerja.
RED














