Buol, FrameNews.id – Bupati Buol, Bowo Timumun melakukan dialog dengan perwakilan massa aksi dari Forum Petani Plasma Buol (FPPB) dan Forum Tani Buol (FTB Agra), terkait sejumlah tuntutan dalam permasalahan antara petani kemitraan dan perusahaan sawit PT Hardaya Inti Plantations (HIP).
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ali, mengungkapkan bahwa Bupati Buol menunjukkan komitmen untuk membantu menyelesaikan konflik yang telah berlangsung cukup lama.
“Bupati menyatakan komitmennya menyelesaikan persoalan ini agar tidak terus berlarut. Beliau menyebutkan bahwa perusahaan harus tetap berjalan, begitu juga dengan aktivitas para petani. Intinya, semua pihak harus bisa berjalan beriringan,” ujar Ali.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan bahwa belum ada langkah konkret yang disampaikan, namun Bupati menyarankan perlunya duduk bersama antara para pihak, termasuk kehadiran langsung pihak PT HIP dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.
Sementara itu, Bupati Buol Bowo Timumun, dalam keterangannya mengatakan bahwa kedatangan massa aksi merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas persoalan yang dihadapi petani plasma sawit.
“Memang belum ada kesimpulan atau keputusan akhir dari pertemuan ini. Tapi saya yakin, dengan komunikasi yang baik, diskusi, dan silaturahmi, semua persoalan bisa diselesaikan,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa pihaknya menginginkan adanya solusi yang menguntungkan semua pihak.
“Intinya kita ingin semua mendapat keuntungan—perusahaan tetap berinvestasi di Buol, masyarakat mendapat manfaat, dan pemerintah juga bisa menjalankan perannya dengan baik. Perusahaan tidak boleh hengkang karena daerah ini membutuhkan investasi,” tegasnya.
Bupati juga menyatakan kesiapannya memfasilitasi pertemuan antara perusahaan dan masyarakat, baik itu di Buol, Palu, maupun di Jakarta jika diperlukan.
Sebelum mendatangi Kantor Bupati Buol, massa aksi lebih dulu menyampaikan aspirasi mereka di Gedung DPRD Buol, Pengadilan Negeri Buol, dan Polres Buol terkait kemitraan plasma sawit dengan PT HIP.














