“Memang bukan lawanku. Dia (Abdullah Batalipu) sendiri mengakui bahwa jika saya maju sebagai calon Bupati, dia tidak akan maju, bukan level, memang tidak bisa dia lawan saya,”tegas Amran, via telepon WhatsApp.
Pernyataan keras dari kedua tokoh ini telah menciptakan getaran awal dalam persiapan Pilkada Buol 2024.
Sementara proses formal untuk pengumuman calon belum dimulai, namun atmosfer politik yang terus memanas memberikan gambaran tentang betapanya pentingnya pertarungan di balik layar sebelum pertempuran nyata dimulai.
Pengamat politik dan masyarakat lokal mulai menyoroti dinamika yang terjadi, dengan harapan agar kompetisi politik yang sehat dan beradab dapat dijalankan.
Dalam menyongsong Pilkada Buol yang akan datang, ekspektasi publik dan ketertarikan terhadap perdebatan antara kedua mantan tokoh pemerintahan ini semakin membesar.
RIF














