Buol, Framenews.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi perdana tahun 2025 secara tatap muka di Kantor Bupati Buol, Jumat (11/7/2025).
Rapat membahas lonjakan harga bahan pokok dan langkah strategis yang perlu diambil untuk menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi.
Kepala BPS Kabupaten Buol, Edwin Jurnalis, mengungkapkan, bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Buol pada pekan pertama Juli 2025 mencapai 2,24 persen, mendekati angka IPH tertinggi secara nasional.
Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain beras 2,01persen, cabai rawit 0,90 persen, dan bawang merah 0,16 persen.
“Data inflasi ini sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan. Banyak kegiatan pengendalian harga yang sudah dilakukan daerah, tapi belum terdokumentasi dengan baik,” tegas Edwin.
Sementara itu, Plt Asisten II Setda Buol, Wahyu Setyabudi, menekankan pentingnya pelaporan dan aksi nyata.
Ia meminta OPD terkait melakukan publikasi harga mingguan, memperkuat koordinasi distribusi, hingga menerbitkan larangan penggunaan LPG subsidi bagi ASN.
Kepala Dinas Perhubungan, Moh. Yamin Rahim, menyoroti rencana cetak sawah seluas 1.000 hektare dan pemanfaatan lahan tidur untuk memperkuat ketahanan pangan.
Ia juga meminta penindakan terhadap penyalahgunaan distribusi LPG dan BBM bersubsidi.
Rapat TPID juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, seperti operasi pasar, pemantauan harga rutin, serta peningkatan koordinasi lintas sektor untuk menjaga pasokan dan menekan inflasi daerah.
RED














