Framenews.id, Buol – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buol, Bowo Timumun dan Moh Nasir Daimaroto (Naga Bonar), yang tengah mendapatkan dukungan luas dari masyarakat, kini dihadapkan pada isu kontroversial yang mengarah pada upaya pembusukan di kalangan pemilih.
Isu ini beredar di Kecamatan Paleleh dan menimbulkan kegaduhan di kalangan warga setempat.
“Tuduhan ini sengaja disebarkan untuk merusak citra dan kredibilitas kami,” tegas Ahmad Andi Makka, Ketua Tim Koalisi Pemenangan Naga Bonar, yang merasa dirugikan dengan munculnya informasi yang merugikan paslon mereka.
Isu ini bermula dari seorang warga Desa Tolau yang mengaku berasal dari tim pemenangan Bowo-Nasir.
Oknum tersebut dikabarkan berkeliling ke desa-desa di Kecamatan Paleleh dan membentuk tim pemenangan lokal, sembari menawarkan bantuan berupa tenda terongan dan gaji Rp 2 juta per bulan bagi Kordes yang merekrut dukungan suara paslon Naga Bonar.
“Kami sangat menyesalkan tindakan oknum tersebut, yang jelas bukan bagian dari tim pemenangan kami,”kata Andi Makka, menegaskan bahwa apa yang disampaikan oknum tersebut adalah klaim sepihak yang bertujuan untuk mendiskreditkan paslon Naga Bonar.
Lebih lanjut, Andi Makka menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari tim pemenangan Bowo-Nasir untuk menawarkan iming-iming materiil kepada masyarakat.
Menurutnya, paslon mereka berfokus pada pendekatan berbasis program kerja yang nyata dan tidak akan terlibat dalam cara-cara yang tidak sah.
“Paslon kami tetap berkomitmen untuk meraih dukungan dengan cara yang jujur dan transparan, tidak dengan manipulasi atau janji palsu,”tambah Andi Makka, menanggapi isu yang berkembang.
Meski isu pembusukan ini sempat mengundang perhatian, tim pemenangan Naga Bonar menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan perjuangan untuk meraih kemenangan melalui cara-cara yang bersih dan sesuai dengan etika politik yang baik.
RED














