Tojo Unauna

​Gercep Mitigasi Banjir di Ampana Tete, BPBD Sulteng dan BPBD Tojo Unauna Fokus Normalisasi Sungai dan Layanan Air Bersih

×

​Gercep Mitigasi Banjir di Ampana Tete, BPBD Sulteng dan BPBD Tojo Unauna Fokus Normalisasi Sungai dan Layanan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto bersama Kalak BPBD Tojo Una-Una Sigit Labolong dan Kadis PUPR Asfan Supu serta sejumlah pejabat terkait meninjau lokasi bencana di Dusun Pakanangi, Desa Balinggara, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (22/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk mempercepat program mitigasi melalui normalisasi sungai dan penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat terdampak.

Tojo Unauna, Framenews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bergerak cepat melakukan mitigasi bencana di Kecamatan Ampana Tete. Langkah konkret yang menjadi prioritas utama adalah program normalisasi sungai dan penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir.​Komitmen ini ditegaskan setelah Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, meninjau langsung lokasi rawan bencana di Dusun Pakanangi, Desa Balinggara, Kecamatan Ampana Tete, pada Jumat (22/5/2026).

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat dan rencana mitigasi jangka panjang dapat segera direalisasikan.​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Sigit Labolong, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemulihan kawasan sekaligus mencegah risiko bencana di masa depan.​

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

“Peninjauan ini sudah beberapa kali dilakukan oleh BPBD Provinsi Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak mendapat perhatian dan tindak lanjut yang nyata,” ujar Sigit, Senin (25/5/2026).​

Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, normalisasi sungai di Dusun Pakanangi menduduki prioritas teratas. Kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat luapan debit air sungai setiap kali curah hujan meningkat.

Melalui normalisasi, diharapkan kapasitas sungai dapat kembali optimal dalam menampung debit air.​Selain pengendalian banjir, pemenuhan kebutuhan dasar berupa sarana air bersih bagi warga Dusun III Pakanange juga menjadi fokus utama dalam program rehabilitasi pascabencana ini.​Agenda peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tojo Una-Una, Asfan Supu, Kepala Desa Balinggara, pihak Bhabinkamtibmas Polsek Ampana Tete, serta jajaran teknis BPBD provinsi dan kabupaten.

Kehadiran berbagai lintas sektor ini dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.​Langkah taktis yang diambil oleh BPBD Sulteng dan Tojo Una-Una ini sejalan dengan Program BERANI dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan daerah, serta perlindungan total masyarakat dari risiko bencana.​

Apresiasi tinggi juga datang dari Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, atas perhatian dan dukungan penuh yang diberikan untuk penanganan bencana di wilayahnya.

​”Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting untuk mempercepat penanganan kawasan rawan bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” kata Ilham.​

Ilham menambahkan, program mitigasi dan rehabilitasi yang sedang digulirkan ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Surya Lapasiri. Fokus utamanya adalah memperkuat infrastruktur dasar dan mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat pedesaan.

​Melalui realisasi normalisasi sungai dan penyediaan sarana air bersih ini, pemerintah berharap kawasan terdampak dapat segera pulih. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jangka panjang masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. (Budi – Son)

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID