Framenews.id, Jakarta – Relawan Perisai Prabowo menggelar diskusi penting mengenai tantangan serius yang dihadapi Indonesia dalam bidang keamanan siber dan dampaknya terhadap demokrasi, Jum’at pekan kemarin.
Dikutip dari bedanews.com, acara bertajuk “Relawan Perisai Vs Ancaman Siber: Menjaga Demokrasi dan Keamanan Data” digelar di Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II Gambir, Jakarta Pusat
Sekretaris Jenderal Relawan Perisai Prabowo, Jojon Novandri, menyoroti eskalasi ancaman seperti malware, phishing, dan disinformasi yang semakin meresahkan.
“Ancaman siber ini bukan hanya menyangkut keamanan data pribadi atau institusi, tetapi juga mengancam stabilitas demokrasi,”ujar Jojon dalam sambutannya.
Diskusi ini dihadiri oleh generasi milenial yang tergabung dalam Relawan Perisai Prabowo. Mereka diajak untuk lebih peka terhadap informasi yang beredar di media dan memainkan peran penting dalam menjaga keamanan data di era digital ini.
Firdaus, Ketua Umum SMSI, juga memberikan pandangannya mengenai dampak kebocoran data yang sering kali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha media online.
“Kita menghadapi serangan siber hampir setiap hari, namun dengan upaya serius, kita mampu mengatasi masalah ini,” ucapnya.
SMSI sendiri berharap agar Relawan Perisai Prabowo dapat membentuk tim besar yang terdiri dari 100.000 kader perisai di seluruh Indonesia. Mereka akan dilatih untuk menjadi garda terdepan dalam melawan ancaman siber dan memastikan keamanan data tetap terjaga.
Dengan adanya diskusi ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya keamanan data dan perlindungan terhadap demokrasi semakin meningkat di kalangan masyarakat, terutama di era di mana teknologi digital semakin merajalela.
RIF








